Facebook Buka Linov, Wadah Kolaborasi Developer Lokal

Kehadiran ruang seperti Linov cukup membantu para pengembang untuk saling berinteraksi dan berkolaborasi dalam menciptakan produk baru.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  17:36 WIB
Facebook Buka Linov, Wadah Kolaborasi Developer Lokal
Suasana kantor Facebook Indonesia di Jakarta, Jumat (18/5/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Facebook Indonesia melalui Program Ekosistem Hub memperkenalkan ruang Lab Innovation Indonesia (Linov) yang ditujukan sebagai wadah bagi para pengembang situs web dan aplikasi, pelaku perusahaan rintisan, serta inovator teknologi lainnya untuk saling berkolaborasi.

Public Policy Lead Facebook Indonesia Ruben Hattari menyatakan program hub ekosistem dari Facebook Indonesia ini merupakan sebuah fasilitas luar jaringan yang terdiri dari dua ruangan fisik yang dibangun untuk komunitas sosial dan komunitas industri teknologi di Indonesia.

“Melalui program hub ekosistem ini kami ingin memberikan dukungan yang tepat bagi komunitas sosial dan komunitas industri teknologi di Indonesia agar terus tumbuh dan berkembang, serta bersama-sama menyebarkan dampak positif bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, baik online maupun offline,” ujarnya, Senin (24/6/2019).

Dia menambahkan, melalui program hub ekosistem ini pihaknya telah merilis Ruang Komunal Indonesia (RuKi) dan Lab Innovation Indonesia (Linov). RuKi pertama kali dibuka untuk umum pada 23 Mei 2018, dan telah menjadi tempat untuk berbagai komunitas sosial untuk menyelengarakan acara.  

Selama 1 tahun sejak dibuka untuk umum, sekitar 4.387 orang dari 869 komunitas di wilayah Jabodetabek tercatat telah menggunakan fasilitas RuKi untuk berinteraksi. Sepanjang tahun tersebut, RuKi juga telah menjalankan sekitar 212 program, baik yang diselenggarakan langsung oleh Facebook maupun yang diinisiasi oleh komunitas sendiri.

Ruben  menjelaskan, RuKi terbuka untuk komunitas teknologi dan nonteknologi, sedangkan Linov yang baru diluncurkan fokus pada ekosistem komunitas teknologi, mulai dari pengembang situs dan aplikasi, para penggiat perusahaan rintisan, hingga investor.

“Kalau di Facebook pengguna banyak yang berinteraksi secara online tapi banyak isu-isu penting yang hanya bisa didiskusikan secara offline. Kami berharap adanya ruang ini dapat menghasilkan lebih banyak kegiatan komunitas yang positif,” ujarnya.

Director Developer Partnerships and Programs Facebook APAC Virginia Yang menyatakan program hub ekosistem dibentuk berdasarkan tiga pilar, yaitu membangun bersama, membangun kapasitas orang-orang di dalam komunitas, dan membangun masa depan. 

“Kami ingin menyediakan tempat untuk seluruh pelaku ekosistem teknologi agar mereka dapat memiliki ruang untuk membangun jaringan dan tumbuh berkembang,” ujarnya.

Lead of Developer Circles Jakarta Luri Darmawan menyatakan, kehadiran ruang seperti Linov cukup membantu para pengembang untuk saling berinteraksi dan berkolaborasi dalam menciptakan produk baru. Selain itu, ruang ini juga dapat mengikis jarak yang ada antara pengembang aplikasi dengan instansi yang mempekerjakan mereka.

“Mereka [para developer] bisa saling berbagi dan membuat perusahaan rintisan sendiri. Ada juga yang direkrut oleh perusahaan rintisan besar,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
facebook, akselerator dan inkubator

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top