Amazon.com Masuk ke Bisnis Telko?

Newswire
Jumat, 31 Mei 2019 | 11:46 WIB
Seorang pengemudi Amazon.com Inc berdiri di samping truk di Los Angeles, California, Amerika Serikat./Reuters
Seorang pengemudi Amazon.com Inc berdiri di samping truk di Los Angeles, California, Amerika Serikat./Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Amazon.com inc. dikabarkan tertarik untuk membeli Boost Mobile, divisi bisnis layanan seluler prabayar milik dua operator seluler Amerika Serikat yaitu T-Mobile dan Sprint.

Reuters melaporkan bahwa Amazon berminat mencaplok Boost karena akuisisi tersebut memberikan Amazon hak untuk menggunakan jaringan seluler milik New T-Mobile selama 6 tahun ke depan. New T-Mobile adalah nama yang digunakan oleh T-Mobile dan Sprint untuk menyebut perusahaan baru hasil merger kedua operator.

Sumber Reuters juga menyebut bahwa Amazon tertarik untuk memiliki spektrum frekuensi, jika T-Mobile atau Sprint memutuskan untuk melepas spektrum frekuensi yang mereka kuasai setelah proses merger. Amazon menolak untuk berkomentar, sedangkan T-Mobile dan Sprint belum merespons permintaan tanggapan dari Reuters.

Alasan Amazon, perusahaan ritel online dan penyedia layanan komputasi awan, tertarik untuk memiliki jaringan seluler dan spektrum frekuensi masih menjadi tanda tanya. Amazon sebelumnya telah menawarkan layanan panggilan telepon melalui Echo Connect memanfaatkan jaringan telepon rumah milik pengguna speaker pintar yang dilengkapi oleh asisten pribadi digital Alexa.

T-Mobile dan Sprint telah menyatakan komitmen untuk menjual Boost sebagai upaya mengurangi dominasi perusahaan pascamerger. Kedua perusahaan saat ini menunggu persetujuan dari regulator atas rencana merger yang diperkirakan bernilai transaksi US$26 miliar.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat biasanya mendorong perusahaan yang melakukan akuisisi untuk melakukan divestasi aset demi memelihara persaingan usaha tetap sehat. Kedua operator juga mempertimbangkan untuk melepas spektrum frekuensi milik mereka, agar proses merger disetujui.

Merger antara T-Mobile dan Sprint akan mengurangi jumlah operator seluler di Amerika Serikat dari empat menjadi tiga. Beberapa lembaga pemantau hak konsumen menyuarakan kecemasan penurunan jumlah operator akan mendorong kenaikan tarif layanan seluler.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Newswire
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper