Pembatasan Medsos dan WA Pengaruhi Aktivitas Masyarakat

Pembatasan media sosial dan Whatsapp dinilai berpengaruh signifikan bagi aktivitas masyarakat, karena sebagian besar mereka menggunakan kedua media itu untuk berkomunikasi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  05:30 WIB
Pembatasan Medsos dan WA Pengaruhi Aktivitas Masyarakat
WhatsApp - Androidpit

Bisnis.com, JAKARTA – Pembatasan media sosial dan Whatsapp dinilai berpengaruh signifikan bagi aktivitas masyarakat, karena sebagian besar mereka menggunakan kedua media itu untuk berkomunikasi.

Ketua Bidang Kebijakan Strategis Masyarakat Telekomunikasi Indonesia, Teguh Prasetya, mengatakan pembatasan akses media sosial dan sistem perpesanan yang dilakukan pemerintah dan operator akan sangat berpengaruh terhadap masyarakat, terutama karena saat ini hampir setiap pekerjaan bergantung dengan media sosial.

"Tentunya yang sudah sangat bergantung ke sosial media akan sangat terpengaruh," ujarnya kepada Bisnis,  Rabu (22/5/2019).

Apalagi, lanjutnya, saat ini bisa dikatakan 99% dari kegiatan bisnis, selain menggunakan email, juga dilakukan via media perpesanan di aplikasi sosial media.

"Dan media sosial lainnya sebagai media pemasarannya," imbuhnya. 

Namun demikian, menurut Teguh masyarakat masih dapat berkomunikasi dengan menggunakan short message service (SMS) saja dan juga masih banyak media sosial lain yang tidak terkena blokir sehingga dapat digunakan sebagai alternatif.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Mastel Arki Rifazka mengaku pihak Mastel sejauh ini belum mempunyai data terkait dengan berapa banyak masyarakat yang berbisnis mengguna media sosial. Termasuk info tentang media sosial apa saya yang sudah/akan dibatasi selain aplikasi Whatsapp. 

"Yang dibatasi hanya media selain teks, sehingga orang masih bisa berkomunikasi lewat tulisan. Untuk sementara kembali ke jaman SMS," ujarnya kepada Bisnis (22/5).

Namun, Arki menegaskan bahwa saat ini keamanan nasional harus menjadi prioritas, dan peran media sosial dalam meningkatkan ketegangan serta penyebaran provokasi memang terbukti besar.

"Sehingga perlu ditempuh langkah-langkah yang dianggap bisa mengurangi kesalahpahaman di masyarakat," imbuh Arki.

Selain itu, Arki juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengamankan negara dengan memilah-milah,  mana gerakan demo yang menyampaikan aspirasi dan mana yang merupakan bagian dari penunggang yang berniat mengadu rakyat dengan aparat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
whatsapp, Medsos, Aksi 22 Mei

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top