Setengah Penduduk di Provinsi Ini Buta Internet

Setengah atau lebih penduduk di empat provinsi tidak pernah mengakses dunia maya sepanjang tahun lalu.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  13:36 WIB
Setengah Penduduk di Provinsi Ini Buta Internet
Pengunjung berada di gerai ponsel pintar di sebuah pusat perbelanjaan, di Jakarta, Rabu (20/6/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Sulawesi Barat, Lampung, Aceh, dan Gorontalo menjadi provinsi dengan penetrasi internet terendah di Indonesia. Setengah atau lebih penduduk di empat wilayah tersebut tidak pernah mengakses dunia maya.

Survei Nasional Pengguna Internet 2018 yang digelar oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan hanya 30% dari seluruh penduduk Sulawesi Barat yang mengakses internet minimum satu kali sepanjang 2018. Di Lampung, porsi pengguna internet hanya 39,5%. Adapun, penetrasi internet di Aceh dan Gorontalo hanya 50%.

Di sisi lain, Bengkulu adalah provinsi dengan penetrasi internet tertinggi di  Indonesia. Sekitar 85% penduduk Bengkulu mengaku menggunakan internet minimum satu kali pada tahun lalu. Provinsi dengan porsi pengguna internet terbesar setelah Bengkulu adalah Sumatra Barat dengan tingkat penetrasi 84,2% dan DKI Jakarta dengan tingkat penetrasi 80,4%.

Sekjen APJII, Henri Kasyfi mengatakan salah satu penyebab tingginya penetrasi di sejumlah provinsi termasuk Jakarta karena pembangunan jaringan telekomunikasi yang sudah mumpuni.

“Infrastruktur yang sudah matang,” kata Henri kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Selain DKI Jakarta beberapa provinsi yang penetrasi internetnya telah di atas 70% adalah Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jambi, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Papua, dan Sulawesi Tenggara.

Penetrasi pengguna internet di Sumatra Barat dan Bengkulu sangat tinggi meskipun data Kementerian Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa jumlah base transceiver station (BTS) 3G dan 4G di kedua provinsi tersebut hanya sekitar 60% dari total BTS terpasang. Kemungkinan, porsi BTS data masih rendah karena trafik data di kedua wilayah meskipun mayoritas penduduknya adalah penduduk internet.

Sebagai perbandingan, jumlah BTS data di DKI Jakarta mencapai 71,64% dari BTS terpasang. Di Bali, penetrasi internet hanya 59% meskipun lebih dari 72% BTS yang beroperasi di Pulau Dewata adalah BTS data.

Di provinsi dengan porsi pengguna internet paling sedikit yaitu Sulawesi Barat, sekitar 59% dari BTS yang terpasang adalah BTS data. Jumlah BTS data di Sulawesi Barat adalah yang paling sedikit setelah Maluku Utara. Per semester I/2018, ada 635 BTS 3G dan 4G di provinsi tersebut.

Di sisi lain, penetrasi internet di provinsi dengan penetrasi BTS data paling rendah per semester I/2018 yaitu Nusa Tenggara Timur mencapai 55%.

Survei Nasional Penetrasi Internet 2018 melibatkan 5.900 sampel dengan margin of error 1,28%. Sampel yang diambil adalah orang yang telah berinternet lebih dari 3 bulan sejak akhir 2018. Survei ini dilaksanakan mulai dari 9 Maret—14 April 2019.

Adapun teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan bantuan kuesioner.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
internet, seluler

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top