Startup Rantai Pasok Advotics Himpun Modal Rp39 Miliar

Advotics telah memenangkan lebih dari 50 kontrak dengan klien korporat seperti ExxonMobil, PT HM Sampoerna Tbk., Danone, Mulia Group, Saint Gobain, Nutrifood, dan Indosurya.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  10:24 WIB
Startup Rantai Pasok Advotics Himpun Modal Rp39 Miliar
(Ketiga hingga keenam dari kiri) Managing Partner East Ventures Willson Cuaca, Founder Advotics Boris Sanjaya, Founder Hendi Chandi, dan Founder Jeffry Tani bersama tim Advotics. - dok. East Ventures

Bisnis.com, JAKARTA — Advotics, perusahaan penyedia software-as-a-service (SaaS) asal Indonesia yang fokus membantu para pelaku bisnis rantai pasokan barang (supply chain) dalam mengambil keputusan berdasarkan data, hari ini mengumumkan telah meraih pendanaan tahap awal (seed funding) senilai Rp39 miliar (US$2,7 juta) dari sekelompok investor yang dipimpin oleh East Ventures.

Dana segar tersebut rencananya akan mereka gunakan untuk mengembangkan lebih banyak teknologi dan solusi untuk pelanggan, serta mempercepat pertumbuhan pengguna.

Advotics didirikan dengan misi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi sebagian besar perusahaan karena masih mengandalkan metode offline dalam mengelola dan melacak operasional penjualan serta distribusi mereka. Dengan banyaknya dokumen yang harus dikelola secara manual, para pebisnis menghabiskan banyak waktu mereka hanya untuk pekerjaan rutin, bukan untuk sesuatu yang bersifat strategis.

Tim manajemen dari Advotics terdiri atas Boris Sanjaya, Hendi Chandi, dan Jeffry Tani. Co-Founder dan CTO dari Advotics Hendi Chandi menyatakan, klien dapat membeli solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka baik berupa solusi digitalisasi yang menyeluruh maupun modul-modul tertentu saja.

Advotics juga menyediakan fitur yang sangat diminati oleh pelaku industri seperti aplikasi produktivitas untuk memantau pekerja di dalam toko dengan sistem pelacakan geografis, sistem pengaturan rute dan pengiriman barang, sistem pemasaran offline-to-online, platform perdagangan business to business (B2B), serta dasbor analitik dan business intelligence untuk tim manajemen.

 “Dengan berbagai lini produk ini, Advotics dapat memenuhi kebutuhan mulai dari segmen perusahaan besar hingga Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang lebih kecil,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (14/5/2019).

Co-Founder dan CPO Advotics Jeffry Tani mengungkapkan, pelanggan menyukai platformnya karena mudah digunakan, memiliki relevansi yang kuat dengan kegiatan mereka sehari-hari, serta harganya yang terjangkau karena hanya perlu membayar biaya berlangganan sesuai jumlah pengguna. 

Platform Advotics adalah penerapan dari teknologi internet of things (IoT) dan machine learning pada bisnis produksi dan distribusi. Hingga saat ini, Advotics telah memenangkan lebih dari 50 kontrak dengan klien korporat seperti ExxonMobil, PT HM Sampoerna Tbk., Danone, Mulia Group, Saint Gobain, Nutrifood, dan Indosurya.

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengungkapkan tren transformasi digital di dalam perusahaan tengah melanda Indonesia dengan gelombang yang besar. Pihaknya menyaksikan adanya pergeseran yang cepat dari pasar konsumen (B2C) menjadi model B2B selama beberapa bulan terakhir.

Menurutnya, tim Advotics berhasil mengatasi inti masalah dalam pemantauan rantai pasok di Indonesia. Solusi Advotics bisa membantu para perusahaan dalam memantau pergerakan tenaga kerja dan barang-barang mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, east ventures

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top