Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dirut Baru Indosat Ooredoo Harus Lanjutkan Ekspansi Jaringan, Khususnya 4G

Analis menilai Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo yang baru, Ahmad Abdulaziz Al Neama harus melanjutkan program-program Chris Kanter untuk membuat Indosat Ooredoo lebih maju.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 06 Mei 2019  |  22:10 WIB
Karyawan melayani pelanggan di gerai Indosat Ooredoo, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Karyawan melayani pelanggan di gerai Indosat Ooredoo, Jakarta, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Analis menilai Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo yang baru, Ahmad Abdulaziz Al Neama harus melanjutkan program-program Chris Kanter untuk membuat Indosat Ooredoo lebih maju.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan pimpinan baru perlu melanjutkan program-program direksi yang lama yaitu ekspansi jaringan.

Ekpansi jaringan perlu dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Indosat Ooredoo dari operator seluler lainnya, khususnya dalam menggelar jaringan 4G.

“Ekpansi bisnis tetap harus menjadi fokus utama dari Indosat meski berganti pimpinan,” kata Nafan kepada Bisnis, Senin (6/5/2019).

Berdasarkan data yang dihinpum, hingga akhir 2018 total BTS yang dioperasikan oleh Indosat Ooredoo sebanyak 83.976 BTS yang terdiri dari 17.050 BTS 4G, 35.453 BTS 3G, dan 22.423 BTS 2G.

Angka tetinggal jauh  jika dibandingkan dengan BTS yang dimiliki oleh PT XL Axiata Tbk. dan PT Telekomunikasi Selular yang totalnya berjumlah 118.596 BTS dan 197.000 BTS.

Sebelum Chris diganti dari pucuk pimpinan, Chris sempat memaparkan tentang rencana pembangunan jaringan oleh perseroan.

Indosat berkomitmen untuk terus melanjutkan perluasan jangkauan jaringan 4G pada 2019 dengan menambah sekitar 18.000 BTS 4G serta meningkatkan jumlah BTS yang terhubung dengan jaringan fiber (fiberisasi) menjadi hampir 30 persen, dengan tambahan tersebut, jaringan 4G Indosat Ooredoo akan menjangkau 87 persen dari populasi masyarakat Indonesia.

Langkah ini menurut Nafan harus dilanjutkan oleh direksi baru Indosat Ooredoo.

Sebelumnya, PT Indosat Tbk. (Indosat Ooredoo) mengumumkan pergantian jajaran pimpinan. Ahmad Abdulaziz Al Neama yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) Ooredoo Group sejak 2017, ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) Indosat Ooredoo yang baru menggantikan Chris Kanter.

Komisari Utama Indosat Ooredoo, Waleed Mohamed Al Sayed mengatakan Chris telah berhasil melewati masa transisi di Indosat Ooredoo. Chris, kata Waleed, telah berhasil memulai program transformasi digital di perseroan dan memberikan kinerja yang baik pada kuartal IV/2018.

 “Ahmad Al Neama telah diangkat sebagai CEO dari Indosat Ooredoo menggantikan Chris Kanter secara efektif pada 2 Mei 2019,” kata Waleed.

Berdasarkan info memo 2018, Indosat Ooredoo menorehkan penurunan pendapatan sebesar 22,7 persen dibandingkan dengan 2017. Pendapatan Indosat Ooredoo turun dari Rp29,9 triliun menjadi Rp23,1 triliun pada 2018.

Lebih lanjut, Indosat Ooredoo juga mengalami penurunan earnings before interest, taxes, depreciation and amortization (EBITDA) sebesar 49,1 persen menjadi Rp6,5 triliun, jika dibandingkan dengan EBITDA 2017.

Dalam info memo Indosat Ooredoo berkilah hal tersebut disebabkan oleh transformasi industri telekomunikasi melalui penerapan peraturan registrasi kartu perdana yang memicu persaingan ketat antar operator pada semester I 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat seluler
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top