30 Tim Lolos Seleksi IoT Makers 2019 di Mataram

Tim yang lolos seleksi terdiri dari siswa SMK, mahasiswa, dosen, hingga karyawan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 26 April 2019  |  10:41 WIB
30 Tim Lolos Seleksi IoT Makers 2019 di Mataram
Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail (tengah) berfoto bersama dengan peserta IoT Makers Creation 2019. - dok. Asosiasi IoT Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) menyelenggarakan IoT Makers Creation 2019, pencarian pengembang internet of things (IoT)  lokal di 10 kota, mulai dari Kota Mataram.

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail mengatakan, industri TIK memiliki banyak elemen. Salah satu yang paling utama adalah infrastruktur yang meliputi jaringan hingga perangkat. Elemen lainnya adalah aplikasi dan konten.

”IoT merupakan gabungan antara jaringan dengan aplikasi dan mengubah komunikasi tidak lagi melibatkan orang, namun langsung antarperangkat. Semua benda saling terkoneksi melalui internet dan ini mengubah wajah dunia,” ujarnya dalam rilis yang diterima Bisnis, Jumat (26/4/2019).

Tercatat selama perhelatan yang digelar di Mataram, 65 tim yang mendaftar, sebanyak 30 tim lolos seleksi terdiri dari siswa SMK, mahasiswa, dosen, hingga karyawan. 

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Nusa Tenggara Barat, Tri Budi Prayitno mengatakan pihaknya akan mendukung pendampingan para makers ini hingga menghasilkan solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

IoT Goes to Market di selenggarakan di 10 kota, yaitu Mataram, Bogor, Jakarta, Medan, Makassar, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Tangerang, dan Bandung.

Dari setiap kota, penyelenggara akan memilih 25—30 tim untuk mengikuti hands on workshop selama 1 hari. Pelatihan ini memberika modul kit IoT lengkap kepada para peserta. Mereka akan memperoleh pelatihan yang mengedepankan praktik dari pengenalan kompenen perangkat hingga mengkoneksikannya ke jaringan.

Jaringan di setiap kota yang digunakan akan menyesuaikan dengan kesediaan jaringan yang telah teregulasi oleh Kominfo, antara lain Wi-Fi dan NB-IoT.

Ketua Umum Asosiasi IoT Indonesia Teguh Prasetya mengatakan, IoT Makers Creation menjadi realisasi dari salah satu pilar yang melandasi terbentuknya asosiasi yang awalnya berangkat dari forum ini (Indonesia IoT Forum).

”Kami sangat fokus pada pengembangan sumber daya manusia dan Indonesia memerlukan banyak makers di bidang IoT. Perlu dukungan banyak pihak untuk merealisasikan program ini sehingga dari hands on workshop bisa masuk tahap inkubasi hingga keluar produk yang siap komersial,” ujarya.

Teguh menambahkan solusi IoT diperlukan untuk membantu kehidupan manusia menjadi lebih baik, sehingga solusi yang tepat guna dan bisa langsung diaplikasikan. Mencari solusi seperti ini bisa berangkat dari pengalaman hidup di sekitar, tidak perlu susah mencari idenya.

”Di Mataram ini kan habis kena gempa, bisa dibuatkan solusi IoT sensor gempa di setiap gedung atau monitoring kualitas dan ketersediaan air bersih di setiap wilayah pasca gempa,” ujarnya.

IoT Makers Creation selanjutnya akan dilaksanakan di Kota Bogor pada tanggal 30 April 2019. Segera dibuka pendaftaran untuk IoT Makers Creation di Kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Malang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Internet of Things

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top