Dukung Perkembangan Startup di Indonesia CoHive Gelar Get in the Ring Jakarta 2019

Dalam rangka mendukung perkembangan startup di Indonesia, CoHive, perusahaan coworking space terbesar di Indonesia, menggelar kompetisi berskala global, ‘Get in the Ring (GITR) Jakarta 2019’ di gedung CoHive 101, Mega Kuningan.
MediaDigital | 16 April 2019 12:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam rangka mendukung perkembangan startup di Indonesia, CoHive, perusahaan coworking space terbesar di Indonesia, menggelar kompetisi berskala global, ‘Get in the Ring (GITR) Jakarta 2019’ di gedung CoHive 101, Mega Kuningan. Dalam acara ini sejumlah pendiri startup di Indonesia beradu ide inovasi dan model bisnis mereka di atas arena pertandingan.

Get in the Ring Jakarta 2019 diikuti oleh 40 peserta, di mana 15 peserta terbaik telah dipilih baik oleh juri maupun publik pada 25 Maret 2019 lalu. Pada Kamis, 11 April 2019, sebanyak 15 peserta tersebut maju ke babak penyisihan (preliminary round), di mana mereka mendapatkan pembekalan dari para mentor dan beradu untuk mendapatkan posisi enam besar di final round yang berlangsung pada hari yang sama. Babak final dibagi ke dalam tiga pertandingan, yang masing-masing akan menghadapkan dua startup. Setiap battle akan memakan waktu selama 20 menit, yang terdiri dari perkenalan singkat dan lima ronde.

Head of Corporate Communication CoHive, Kartika Octaviana, menyatakan kompetisi global Get in the Ring Jakarta ini tidak hanya membuka jalan bagi para startup untuk mendapatkan relasi di skala nasional tetapi juga internasional. Menurut Kartika, pertumbuhan startup di Indonesia sangat pesat. Namun, pesatnya pertumbuhan tak diiringi dengan usaha berkelanjutan. Masalah acapkali ditemui terkait kurangnya pemahaman akan model bisnis yang teruji serta minimnya pendanaan. Salah satu solusi adalah dengan memperluas akses terhadap investor, inkubator dan akselerator bisnis.

“Kami berharap bahwa Get in the Ring Jakarta ini dapat menjadi jalan bagi startup nasional untuk mengharumkan nama bangsa di kancah internasional,” kata Kartika melalui siaran pers, Senin (8/4/2019).

Dalam setiap ronde di babak final, kecakapan para startup untuk mempresentasikan prospek bisnis mereka diuji dari berbagai elemen, seperti (1) Tim; (2) Capaian; (3) Model Bisnis & Pasar; (4) Kondisi Finansial Perusahaan & Proposal untuk Investor; dan (5) Pertanyaan bebas. Setelah menyelesaikan lima ronde tersebut, para juri memberikan pertanyaan kritis dan umpan balik (feedback) secara spesifik kepada para startup.

Salah satu juri yang mewakili perusahaan modal ventura East Ventures, Devina Halim, menjelaskan bahwa dalam menentukan pemenang, para juri melihat nilai produk yang ditawarkan kepada pelanggan. “Kami juga melihat sejauh mana capaian startup dan model bisnis mereka. Kami mempertimbangkan startup mana saja yang memiliki kesempatan paling besar untuk memenangkan kompetisi di level internasional nantinya,” tambah Devina.

Pemenang dari Get in the Ring Jakarta 2019 akan mendapatkan tiket ke Berlin untuk beradu dengan para pemenang GITR dari negara-negara lain. Selain itu, pemenang juga mendapat kesempatan mengakses sumber investasi, pelatihan dan mentoring, serta jaringan bisnis yang berskala internasional.

Startup yang berhasil memenangkan kompetisi ini adalah Vestifarm yang merupakan platform bagi hasil di bidang pertanian dan peternakan. Vestifarm merupakan perusahaan berbasis financial technology (fintech) yang mencoba mengatasi masalah tingginya risiko gagal panen karena kondisi cuaca yang tak menentu serta membantu petani dan peternak yang kerap kesulitan mendapat kredit bank.

CEO Vestifarm Dharma Anjarrahman mengatakan bahwa kompetisi Get in the Ring sangat unik. Ia mengaku sudah sering ikut kompetisi serupa namun baru kali ini merasa mendapatkan pengalaman yang baru. Usai menjadi pemenang Get In The Ring 2019, Dharma berharap startupnya dapat berkembang karena kini Vestifarm baru memiliki 15 karyawan.

“Target kedepannya adalah agar kami dapat membantu lebih banyak petani di Indonesia, karena ada sekitar 40 juta petani saat ini. Kami berharap taraf hidup para petani bisa meningkat. Di lain pihak, kami juga ingin menawarkan alternatif investasi yang halal bagi masyarakat Indonesia,” papar Dharma.

Tahun ini adalah kali kedua CoHive menyelenggarakan kompetisi GITR yang merupakan kerjasama dengan Get in the Ring Foundation, sebuah organisasi yang memiliki jaringan di 100 negara dan bertujuan untuk memberikan dukungan bagi para inovator untuk tumbuh lebih cepat dengan membangun jaringan yang kuat di dunia. GITR Foundation bekerja sama dengan berbagai organisasi, korporasi, dan lembaga pemerintahan berupaya mendorong para startup agar turut menciptakan solusi dari berbagai permasalahan di dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top