Gim Dalam Negeri Digadrungi di Eropa dan Amerika

Perkembangan gim di Indonesia mulai terlihat sejak 3 tahun terakhir.
Rayful Mudassir | 08 April 2019 00:09 WIB
Ilustrasi pemain gim mobile. - Samsung.com

Bisnis.com, JAKARTA - Operational Manager Asosiasi Game Indonesia (AGI) Jan Faris Majd mengatakan perkembangan gim di Indonesia mulai terlihat sejak 3 tahun terakhir. Gim tersebut bahkan mudah diterima oleh masyarakat luar negeri termasuk Eropa dan Amerika.

Jan menyebutkan, hal ini disebabkan semakin mudahnya masyarakat mengakses berbagai permainan, termasuk melalui ponsel pintar di samping melalui personal komputer.

Selama ini, para pengembang gim di Indonesia banyak menciptakan permainan penuh edukasi. Sementara itu di Indonesia masih cukup tertarik pada gim level tinggi seperti mobile legend.

Dari segi usia, pengembang gim Tanah Air masih berusaha untuk menciptakan permainan dengan rentang usia 6 – 8 tahun. Melihat usia tersebut, developer memang menyasar gim dengan edukasi tinggi kepada anak.

“Di Indonesia paling banyak mengembangkan gim mobile sekitar sebesar 60% dari anggota AGI. Kalau di AGI cukup berimbang antara gim di platform mobile dengan platform lainnya,” katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dengan perkembangan signifikan, Jan Faris mengaku para pengembang masih bermasalah dengan investor yang masih belum terlalu melirik industri tersebut. padahal dengan investasi akan melahirkan sumber daya melimpah dan gim berkualitas semakin baik.

Hal lainnnya yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah talenta yang masih kurang, sehingga membutuhkan pendidikan lebih untuk mengembangkan permainan edukasi lainnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
game

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup