Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konten Terorisme & Radikalisme Paling Banyak Diblokir di Facebook

Pertumbuhan angka pemblokiran tersebut sangat signifikan setelah Kemenkominfo mengoperasikan Mesin AIS.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 20 Maret 2019  |  12:06 WIB
Warga dari berbagai elemen masyarakat melakukan aksi solidaritas menolak radikalisme dan terorisme di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (13/5/2018) malam. - ANTARA/M N Kanwa
Warga dari berbagai elemen masyarakat melakukan aksi solidaritas menolak radikalisme dan terorisme di Batam, Kepulauan Riau, Minggu (13/5/2018) malam. - ANTARA/M N Kanwa

Bisnis.com, JAKARTA — Mulai dari 2009 sampai dengan 2019, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan pemblokiran terhadap 11.803 konten internet dengan muatan radikalisme dan terorisme.

Laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo menunjukkan konten Facebook dan Instagram sebagai platform dengan jumlah konten terbanyak yang diblokir, yakni sebanyak 8.131 konten.

Pertumbuhan angka pemblokiran tersebut disebut sangat signifikan setelah Kemenkominfo mengoperasikan Mesin AIS. Dengan mesin tersebut, Kemenkominfo dikatakan bisa menangani lebih dari 10.000 konten radikalisme dan terorisme dalam setahun. Padahal, selama lebih dari 7 tahun sebelum ada mesin AIS, konten yang diblokir hanya sebanyak 323 konten.

Sementara itu, dari Januari sampai dengan Februari 2019, telah dilakukan pemblokiran sebanyak 1031 konten yang terdiri 963 konten Facebook dan Instagram dan 68 konten di Twitter.

Adapun, tindakan pemblokiran atau penapisan konten oleh Kemenkominfo tersebut dilakukan atas permintaan dan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT).

Pemblokiran dilakukan juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Meskipun penutupan terhadap konten radikalisme, terorisme dan separatisme, terus dilakukan, Kemenkominfo terus melakukan pencarian konten dalam situs web atau platform dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali.

Selain itu, Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten terorisme, radikalisme dan seperatisme. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terorisme Konten Negatif
Editor : Demis Rizky Gosta

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top