Shopee Layani 900.000 Order Per Hari di Indonesia

Di Indonesia, yang merupakan pasar terbesar Shopee, platform dagang-el tersebut mencatat 83,8 juta pesanan pada kuartal IV/2018.
Deandra Syarizka
Deandra Syarizka - Bisnis.com 04 Maret 2019  |  08:12 WIB
Shopee Layani 900.000 Order Per Hari di Indonesia
Direktur Shopee Indonesia, Christin Djuarto (kiri) bersama Country Brand Manager Shopee Indonesia, saat peluncuran Shopee 12.12 Birthday Sale di The Plaza Tower, Rabu siang (28/11/2018). - Bisnis/Yusran Yunus

Bisnis.com, JAKARTA — Total transaksi atau gross merchandise value (GMV) Shopee, platform e-commerce asal Singapura yang pasar terbesarnya berada di Indonesia, tembus US$10,3 juta sepanjang 2018, meningkat 149,9% secara tahunan dari 2017 sebesar US$ 4,1 juta.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Sea Ltd, perusahaan induk Shopee berbasis di Singapura yang dikutip Bisnis, Minggu (3/3) menyebutkan, total GMV Shopee mencapai US$3,42 juta pada kuartal IV/2018, tumbuh 117% dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,57 juta.

Untuk total pesanan, Shopee tercatat telah melayani hingga 604,5 juta pesanan sepanjang 2018, meningkat 146,9% secara tahunan dari sebelumnya 244,8 juta pesanan pada 2017. Dari jumlah tersebut, sebanyak 206,9 juta pesanan dihasilkan pada kuartal IV/2018, yang tumbuh 111% dari kuartal IV/2017 sebanyak 98,3 juta pesanan.

Jumlah pembeli aktif Shopee tercatat sebanyak 49,9 juta orang di sepanjang 2018, meningkat 130% secara tahunan dari 2017 sebesar 21,7 juta pembeli aktif. Berdasarkan laporan App Annie, Shopee adalah aplikasi belanja yang paling banyak diunduh di Asia Tenggara dan Taiwan pada 2018.

Di Indonesia yang merupakan pasar terbesar Shopee, platform dagang-el tersebut mencatat 83,8 juta pesanan pada kuartal IV/2018. Secara rata-rata, jumlah pesanan yang dilayani setiap harinya mencapai 0,9 juta atau 900.000 pesanan.

Total laba yang disesuaikan (adjusted revenue) Shopee sepanjang 2018 mencapai US$290,7 juta, melonjak 1.540,8% secara tahunan. Pada kuartal IV/2018, nilai laba yang disesuaikan meningkat hingga 78,2% dari kuartal III/2018, atau sebesar US$126,9 juta.

“Pertumbuhan laba yang kuat ini turut didorong oleh ekspansi platform dagang-el kami, seiring dengan upaya kami memperdalam hubungan dan keterikatan dengan penjual dan pembeli, serta memperkuat ekosistem platform dagang-el,” tulis manajamen Sea Ltd dalam laporan keuangan.

Biaya penjualan dan pemasaran mulai menunjukkan tren penurunan hingga mencapai 5,4% terhadap GMV pada kuartal IV 2018, dari kuartal III/2018 sebesar 5,7% dari GMV. Nilai ini juga menurun dari kuartal IV/2017 yang tercatat sebesar 8,5% dari GMV.

Manajemen Sea Ltd dalam laporan keuangan memperkirakan biaya penjualan dan pemasaran ini akan memasuki tren penurunan pada 2019, seiring dengan upaya Shopee meningkatkan skala dengan efisiensi, pertumbuhan pengguna organik, dan memperkuat kepemimpinannya yang solid di regional Asia Tenggara.

“Meningkatkan monetisasi sekaligus dengan mempromosikan pertumbuhan ekosistem Shopee yang efisien akan terus menjadi fokus kami di 2019,” tulis manajemen Sea Ltd.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
e-commerce

Editor : Demis Rizky Gosta
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top