Kisah Kasih Nintendo dan Pokemon yang Langgeng hingga Kini

27 Februari 1996, gim Pokemon menjalani debutnya di Nintendo. Dari sana, eksitensi Pikachu dkk melejit tinggi. Selain itu, Pokemon juga turut membawa berkah bagi Nintendo.
Oliv Grenisia
Oliv Grenisia - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  10:47 WIB
Kisah Kasih Nintendo dan Pokemon yang Langgeng hingga Kini
Kisah kasih Pokemon dan Nintendo yang amat langgeng. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA – Tepat 27 Februari 1996, gim Pokemon dirilis oleh Nintendo. Nah, sejarah Pikachu dkk di dunia Nintendo pun terus berlanjut hingga saat ini.

Satoshi Tajiri menjadi sosok yang mengembangkan gim Pokemon di Nintendo. Pria Jepang itu sudah mulai mengembangkan gim fenomenal generasi pertama itu sejak 1990, tetapi permainan itu baru dirilis enam tahun kemudian.

Gim Pokemon Red dan Green dengan format hitam putih diluncurkan di Jepang. Dua tahun kemudian, Nintendo merilis Pokemon Red dan Blue di Amerika Serikat (AS). Dua gim yang dirilis di AS itu adalah penyempurnaan dari gim Pokemon Red dan Green yang lebih dulu diluncurkan

Gim ini mendapat respons yang baik sehingga Nintendo pun melirik peluang menguntungkan lainnya dengan menciptakan anime, komik, dan mainan berbau Pokemon.

Permainan video ini terus berkembang hingga pada 2013. Nintendo mengumumkan Pokemon X dan Y sebagai generasi keenam dan menggunakan grafis 3D untuk pertama kalinya. Saat itu, jumlah pokemon yang dirilis mencapai 721 spesies.

Nama Pokemon kemudian semakin fenomenal setelah munculnya gim Pokemon GO pada 6 Juli 2016. Gim ini menerapkan teknologi augmented reality (AR) dengan jenis location based dan cara kerjanya berdasarkan GPS si pengguna gim.

Pokemon GO dikembangkan oleh Niantic Labs dan diterbitkan oleh The Pokemon Company selaku pemilik property intelektual pokemon. The Pokemon Company berada di bawah naungan Nintendo, Gim Freak, dan Creatures.

Seminggu sejak diluncurkan, Pokemon GO sudah meraih 10 juta pengguna, mengalahkan rekor gim ponsel pintar lainnya seperti, Clash Royale dan Angry Birds. Dampak booming-nya pun dirasa oleh Nintendo, nilai perusahaan gim asal Jepang itu mencapai US$39 miliar atau setara Rp510 triliun setelah dua minggu pertama dirilis.

Penyebab melonjaknya nilai pasar Nintendo disebabkan kesalahpahaman antara para investor yang mengira Pokemon GO sebagai produk Nintendo. Perusahaan Jepang itu pun memberikan klarifikasi kalau perusahaan tersebut tidak sepenuhnya menjadi pemilik Pokemon Go. 

Dampaknya, nilai valuasi perusahaan kemudian anjlok 17% dari nilai sebelumnya, senilai US$6 miliar atau sekitar Rp78,9 triliun.

Sebulan setelah rilis, Pokemon GO sang gim fenomenal ini mampu menghasilkan lebih dari US$200 juta atau sekitar Rp2,6 triliun dan pada awal Januari 2017 diperkirakan memiliki pendapatan sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp13,3 triliun.

Ketenaran Pokemon GO mulai meredup, Nintendo pun mengambil kesempatan dengan merilis gim Pokemon anyar untuk konsol Nintendo Swift berjudul, Let’s Go Pikachu dan Let’s Go Eeve pada November 2018. Nintendo mengklaim sudah menjual gim itu sebanyak 10 juta unit hingga saat ini.

Nah, kalau kamu lebih suka gim pokemon generasi yang mana?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pokemon Go

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top