Telkomtelstra Tawarkan Solusi Pengelolaan Komputasi Awan, Hybrid Cloud System

Telkomtelstra, perusahaan patungan antara PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom Indonesia) dengan perusahaan telekomunikasi dan layanan informasi dari Australia, Telstra Corporation Limited (Telstra), menawarkan solusi pengelolaan komputasi, yakni hybrid cloud system.
Rahmad Fauzan | 06 Februari 2019 05:53 WIB
Komputasi awan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Telkomtelstra, perusahaan patungan antara PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom Indonesia) dengan perusahaan telekomunikasi dan layanan informasi dari Australia, Telstra Corporation Limited (Telstra), menawarkan solusi pengelolaan komputasi, yakni hybrid cloud system.

Bekerjasama dengan Microsoft, sistem hybrid cloud ini memungkinkan data yang diklasifikasi strategis dan sensitif tetap tersimpan di data center Telkomtelstra di Indonesia, tetapi tetap bisa diakses dengan Microsoft Azure publik secara global.

Selain itu, Telkomtelstra menghubungkan Microsoft Azure dengan private connection sehingga keamanan datanya lebih terjamin.

Agus F. Abdillah, Chief of Product & Service Officer Telkomtelstra mengatakan model bisnis dari platform digital yang menggunakan teknologi untuk menghubungkan orang, organisasi, dan sumber daya dalam ekosistem interaktif, di mana jumlah nilai yang luar biasa dapat dibuat dan dipertukarkan.

Teknologi inti yang digunakan platform digital juga makin meluas seperti mobile, QR code, biometrik, hingga digital workplace dan intelligence data analytics.

Dia pun menilai, kondisi tersebut memicu tantangan di masa depan dalam hal kompleksitas jaringan, inovasi bisnis, pengelolaan konektivitas secara efisien, hingga cyber security.

“Infrastruktur utama dari platform digital terletak dalam teknologi cloud. Dewasa ini banyak korporasi mengadopsi teknologi cloud baru yakni SD-WAN (hybrid cloud) yang menawarkan fleksibilitas, latensi lebih unggul, dan lebih aman,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis baru-baru ini.

Agus menjelaskan hybrid cloud dapat menjawab tantangan masa depan terkait dengan business intelligence analytics yang didukung dengan keamanan data. Di sektor retail misalnya, tantangan masa depan dapat berupa membangun advanced big data analytics serta bagaimana mengamankan data di data center lokal yang mampu digabungkan dengan data lain secara global.

Di sisi lain, sektor retail juga menghadapi tantangan masa depan yakni pemanfaatan jumlah pelanggan yang menggunakan telpon seluler untuk berinteraksi dengan merek serta mengintegrasikan dengan automated customer service.

Solusi tantangan masa depan di sektor retail antara lain modernisasi data gudang dengan advanced big data analytics, analisis instan terhadap sentimen sosial dan umpan balik pelanggan, dan mengamankan hasil business intelligence analytics yang sensitive di data center lokal.

Saat ini Telkomtelstra memiliki tiga data center di Indonesia yakni di Serpong, Sentul, dan kedepannya di Surabaya. Dengan demikian, seluruh backup data berada di Indonesia.

Alex Budiyanto, Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), menjelaskan peran data akan menjadi sentral dan fundamental. Bukan hanya bagi platform digital, data akan menjadi aset terbesar bagi industri di Tanah Air.

“Kami ingin mengkampanyekan bahwa cloud computing merupakan sentral dari revolusi industri 4.0 karena jika kita melihat perkembangan teknologi dalam revolusi industri 4.0, semua akan terhubung dengan cloud computing,” ujarnya.

Tag : Komputasi Awan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top