Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rinna, Bot Besutan Microsoft Punya 1,6 Juta Teman

Dengan menggunakan algoritme pembelajaran mesin yang canggih termasuk teknologi kognitif, tanggapan Rinna mencerminkan apa yang akan dikatakan seorang gadis remaja dalam membantu temannya
N. Nuriman Jayabuana
N. Nuriman Jayabuana - Bisnis.com 02 April 2018  |  10:19 WIB
Gambar kampanye Rinna, bot berteknologi kecerdasan buatan Microsoft - blog.microsoft.com
Gambar kampanye Rinna, bot berteknologi kecerdasan buatan Microsoft - blog.microsoft.com

Bisnis.com, JAKARTA — Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengalami percepatan dari yang sebelumnya hanya sekedar topik khayalan dan fiksi ilmiah hingga mendominasi topik pembicaraan hampir semua pelaku industri.

Microsoft telah berbicara dengan pelanggan, mitra, dan pemimpin-pemimpin industri di seluruh Asia, termasuk Indonesia untuk mengembangkan terobosan dalam algoritme perangkat lunak dan pembelajaran mesin demi menciptakan skenario baru yang menarik dalam kemungkinan penggunaan AI.

Di Indonesia sendiri, AI telah dimanfaatkan secara signifikan untuk memajukan sistem pemerintahan. Sebagai contoh, AI memungkinkan pemerintah Jakarta untuk memprediksi berapa banyak bus Transjakarta yang perlu dikerahkan selama jam sibuk untuk memastikan tidak ada penumpukan penumpang di halte bus. Atau bagaimana AI telah membantu pemerintah memperkirakan data aliran air untuk mengantisipasi banjir.

Seiring dengan berbagai terobosan dalam algoritme perangkat lunak dan pembelajaran mesin, perjalanan panjang pengembangan AI oleh Microsoft dalam tujuh dekade pada akhirnya menemukan pertemuan antara big data, ubiquitous, dan komputasi awan yang kuat. 

Hari ini, AI berada pada pusat transformasi digital pada berbagai organisasi dan bahkan bangsa-bangsa. Pada tahun 2019, IDC memprediksi bahwa 40% inisiasi transformasi digital akan disokong oleh AI dan kemampuan kognitif yang akan menyediakan wawasan kritis dan tepat waktu bagi proses pergerakandan perputaran uang yang baru di regional ini.

“Dengan imajinasi dan data dalam jumlah besar, AI dapat mendatangkan manfaat dalam skala yang besar. Saya sangat yakin ini akan menjadi abad untuk Asia. Dan AI menawarkan kepada wilayah ini sebuah peluang yang belum pernah ada sebelumnya untuk pertumbuhan, produktivitas, dan inovasi serta potensi untuk menjawab tantangan-tantangan sosial yang sangat penting di wilayah ini,” ujar Haris Izmee, Direktur Utama Microsoft Indonesia dalam siaran pers (31/3).

Di Jepang, Microsoft bekerja sama dengan agen perjalanan JTB Corp dan perusahaan navigasi NAVITIME Co telah membantu para wisatawan di Jepang untuk menemukan jalan dengan mudahnya. 

Terhitung sebanyak 28 juta pengunjung Jepang setiap tahunnya dan, dengan diselenggarakannya Olimpiade Tokyo tahun 2020 mendatang, angka tersebut diprediksi meningkat. Seperti yang diketahui umumnya, berkeliling kota di Jepang bisa jadi cukup menakutkan bagi para turis. Di sini, AI dapat membantu.

Di Indonesia, Microsoft yang bermitra dengan LINE, mengembangkan sebuah cognitive AI yang dibuat layaknya seorang gadis sekolah bernama Rinna. Hingga akhir Maret, Rinna telah membawa hubungan fungsional dan emosional dengan hampir 1,6 juta orang di Indonesia. 

Percakapan yang Rinna lakukan dengan penggunanya berkisar dari saran tentang kegiatan apa yang harus dilakukan hari ini hingga bersenang-senang bersama dengan permainan yang menarik. 

Dengan menggunakan algoritme pembelajaran mesin yang canggih termasuk teknologi kognitif, tanggapan Rinna mencerminkan apa yang akan dikatakan seorang gadis remaja dalam membantu temannya – hal ini akan mendorong pengguna untuk menjadi lebih cerdas secara emosional.

“Selama 23 tahun terakhir, Microsoft Indonesia telah bermitra dengan pemerintah dan organisasi nirlaba di Indonesia untuk membantu generasi muda mengembangkan keterampilan digital mereka. Hal ini akan terus dilaksanakan untuk memastikan generasi muda Indonesia dapat menciptakan kelompok yang kuat dengan kemampuan sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan teknologi dan lembaga penelitian untuk memajukan kemampuan AI di Indonesia dan berkontribusi pada kemajuan di Asia secara keseluruhan,” tutup Haris


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solusi teknologi
Editor : Demis Rizky Gosta

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top