Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mesin Pengais Konten Negatif Aktif 2 Januari

Kemenkominfo mulai aktif menjalankan mesin pengais konten negatif pada 2 Januari mendatang.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 30 Desember 2017  |  23:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kemenkominfo mulai aktif menjalankan mesin pengais konten negatif pada 2 Januari mendatang.
Mesin pengais konten negatif dijalankan oleh 58 orang terdiri dari pilot dan agent verivicator.

Pilot bertugas mengoperasikan mesin sedangkan agent verivicator memverifikasi temuan situs yang berkonten negatif.
Selanjutnya, agent yang akan mengambil keputusan untuk melakukan pemblokiran terhadap sebuah situs.

Ditjen Aptika, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan dengan mesin anyar ini proses pencarian situs berkonten negatif bisa lebih cepat. Selain itu, situs yang dikais lebih masif dibandingkan sistem manual.

"Selama masa percobaan dalam tiga hari belakangan, sudah 1,2 juta situs yang dikais dan 120 ribu yang dipastikan mengandung konten negatif," katanya pada Jum'at (29/12).

Namun, mesin pengais konten negatif ini masih memiliki kekurangan karena hanya dapat melacak situs dengan bahasa Indonesia dan memblokirnya. Samuel mengatakan pengembangan terhadap sistem akan terus dilanjutkan demi menangkis konten negatif yang berusaha masuk wilayah Indonesia.

Sementara itu, Ismail Fahmi yang mengembangkan mesin pengais mengatakan alat ciptaannya memakai sistem geo bloking. Jadi situs yang mengandung konten negatif tidak ditutup pada dasarnya, hanya diblokir agar tidak dikonsumsi oleh konsumen yang berada di wilayah Tanah Air.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Konten Negatif
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top