Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peneliti Indonesia Masih Sedikit Dibanding Negara Tetangga

Di era globalisasi yang sangat dinamis, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berpacu dan terus menyuguhkan hal baru.
Ramdha Mawaddha
Ramdha Mawaddha - Bisnis.com 09 November 2017  |  14:31 WIB
Peniliti beraktivitas di laboratorium PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), di Pangkalan Kerinci, Riau. Perusahaan telah berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan demi memastikan memperoleh bibit unggul untuk ditanam di hutan tanaman. - Istimewa
Peniliti beraktivitas di laboratorium PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), di Pangkalan Kerinci, Riau. Perusahaan telah berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan demi memastikan memperoleh bibit unggul untuk ditanam di hutan tanaman. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA-- Di era globalisasi yang sangat dinamis, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berpacu dan terus menyuguhkan hal baru.

Oleh karena itu, sumber daya manusia bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga semakin dibutuhkan.

Termasuk dalam bidang kesehatan, penyakit mematikan yang terus muncul serta prevalensi penyakit yang semakin tinggi juga mendorong para peneliti untuk menemukan solusi terbaik.

Namun sayang, jika menilik dari sisi kuantitas, peneliti Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga.

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kemdikbud Arief Rachman mengatakakan, jumlah peneliti per 1 juta populasi di Malaysia mencapai angka 7.000, diikuti Singapura dengan angka 2.590.

Sementara, Indonesia hanya berada di angka 1.071 dengan populasi penduduk yang cukup besar.

"Jumlah peneliti Indonesia masih sangat rendah jika dibanding negara tetangga. Indonesia harus mengejar keteringgalan tersebut," ujarnya.

Arief menambahkan, menghadapi perkembangan era yang dinamis, tuntutan untuk memahami sains dan teknologi semakin tinggi. Dunia pun perlu mengubah pemikiran bahwa sains, teknologi, teknik dan matematika bukan lahan pria saja.

"Perempuan pun harus berkecimpung di dunia ini [sains] dan memilihnya sebagai karir mereka ke depannya," ujar Arief.

Sementara itu, Direktur Sistem Riset dan Pengembangan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ira Nurhayati Djarot mengatakan, saat ini jumlah laki-laki peneliti memang masih lebih besar dibanding perempuan.

Namun, perbedaan tersebut tidak terlalu jauh seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dari data yang dipaparkan, saat ini perempuan peneliti di Indonesia berjumlah 4.006 orang dan laki-laki sebanyak 5.636 orang.

Lebih jauh, Ira menjelaskan jika dalam skala Internasional, perempuan peneliti juga banyak menghasilkan penemuan penting di dunia. Termasuk sosok Marie Curie yang dikenal sebagai perintis ilmu pengetahuan bidang radiologi dan pemenang Hadiah Nobel dua kali.

Sementara itu, sudah terdapat 19 peerempuan yang pernah tercatat sebagai penerima Hadiah Nobel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

peneliti
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top