Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kaspersky Lab: Waspadai Berbagai Kepalsuan di Kencan Online

Penelitian terbaru dari Kaspersky Lab menunjukkan bahwa orang-orang yang mencari pasangan melalui online kemungkinan akan merasa kecewa.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 17 Oktober 2017  |  19:35 WIB
Kencan Online - boldsky.com
Kencan Online - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Penelitian terbaru dari Kaspersky Lab menunjukkan bahwa orang-orang yang mencari pasangan melalui online kemungkinan akan merasa kecewa.

Hal ini dikarenakan banyak yang mendapati informasi dan foto palsu, tautan berbahaya, penipu yang berusaha mendapatkan informasi dari mereka, atau orang yang berbohong tentang apa yang mereka cari dalam sebuah hubungan.

Andrei Mochola, Head of Consumer Business di Kaspersky Lab mengatakan kencan online merupakan cara yang bagus untuk bertemu dengan orang-orang baru di dunia daring untuk yang selalu sibuk dan terkoneksi. Itu menjadi hal yang biasa dan dapat dipahami jika satu dari tiga orang melakukannya.

"Tapi tidak semua dapat berjalan mulus, dan bagi mereka yang mencari pasangan hidup melalui online harus menghadapi sejumlah besar informasi palsu, scammers, atau motif tersembunyi dalam prosesnya," katanya.

Dia menambahkan jumlah orang yang berbohong, misalnya dengan mencoba membuat diri mereka terlihat lebih baik atau lebih menarik daripada sebenarnya, menyoroti bagaimana pengguna memanfaatkan layanan digital untuk memfilter dan membengkokan informasi yang tersedia di online dengan cara yang tidak mungkin mereka lakukan di dunia nyata.

Penelitian ini menemukan bahwa mereka yang mencari pasangan hidup melalui platform kencan online - seperti aplikasi popular Tinder, Bumble, OK Cupid, Badoo dan banyak lagi, merupakan minoritas, hanya 11% yang menggunakan platform ini dengan tujuan menemukan pasangan yang nantinya akan mereka nikahi.

Jika dibandingkan, hampir setengah (48%) pengguna kencan online melakukannya untuk bersenang-senang, dan satu-dari-sepuluh (13%) yang hanya mencari kepuasan seksual.

Lebih dari separuh (57%) orang mengaku berbohong saat berkencan online, memalsukan informasi agar terlihat lebih baik daripada yang mereka lakukan dalam kehidupan nyata, atau bahkan untuk mencoba menangkap basah pasangan mereka yang berselingkuh.

Penyebaran data palsu merupakan suatu hal yang sangat menjengkelkan bagi orang-orang yang menggunakan layanan kencan online. Satu dari lima (19%) menyatakan bahwa mereka berhenti menggunakan kencan online karena foto palsu, dan satu dari sepuluh orang berhenti menggunakan kencan online karena kebohongan akan adanya sebuah hubungan (12%) dan status hubungan yang tidak jelas (11%) yang mereka temui di platform.

Menariknya, sekaligus ironis, informasi palsu merupakan hal yang sangat menjengkelkan bagi para pemalsu dibandingkan bagi pengguna yang jujur.

Selain merasa terganggu dikarenakan informasi palsu, orang-orang di seluruh dunia menghentikan penggunaan platform kencan online juga dikarenakan ancaman terhadap keamanan online mereka.

Terdapat 1 dari 10 mengungkapkan bahwa faktor menghadapi penipu yang mencoba memeras informasi pribadi atau keuangan dari mereka atau dikirimi link jahat atau malware yang menginfeksi perangkat mereka yang mempengaruhi keputusan untuk tidak menggunakan platform ini.

Ketika menghadapi ancaman seperti ini, mereka yang suka 'memalsukan' di online cenderung mengkompromikan keamanan mereka, misalnya, 16% dari mereka yang berbagi informasi palsu perangkat mereka pernah terinfeksi dengan malware, spyware, atau ransomware melalui platform kencan online, dibandingkan dengan hanya 5% dari mereka yang tidak berbagi informasi palsu.

"Seperti setiap tren online populer, sayangnya ada juga orang yang ingin menggunakan platform kencan online untuk tujuan jahat," katanya.

Dia menekankan bukan maksud pihaknya menasihati pengguna untuk menghindari kencan online sama sekali, namun hanya mendorong mereka untuk mempertimbangkan keamanan diri mereka di setiap langkah.

"Meningkatkan kesadaran, disertai dengan solusi keamanan adaptif yang dapat merespons situasi yang berbeda dan bekerja untuk melindungi setiap perangkat yang digunakan untuk kencan dari ancaman online adalah cara terbaik untuk memulainya," katanya.

Untuk membantu pengguna melindungi diri dari para scammers dan karakter yang tidak menyenangkan saat berkencan secara online, Kaspersky Lab menawarkan serangkaian solusi pengaman berdasarkan intelijen ancaman dan keahlian keamanan yang dalam.

Kaspersky Free menawarkan perlindungan malware dasar tanpa biaya, dan bagi mereka yang menginginkan perlindungan lebih komprehensif, Kaspersky Security Cloud yang baru menawarkan solusi adaptif yang secara otomatis menyesuaikan diri untuk memberi pengguna perlindungan yang tepat pada waktu yang tepat, tergantung pada aktivitas online mereka.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kencan online
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top