Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kibar dan Kemkominfo Dorong 1.000 Startup Lokal ke Kancah Global

Kibar dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) optimistis dapat menciptakan 1000 startup lokal dan mendorongnya hingga go internasional hanya dalam tempo lima tahun ke depan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 Juni 2016  |  13:26 WIB
Kibar dan Kemkominfo Dorong 1.000 Startup Lokal ke Kancah Global
Startup - olpreneur.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kibar dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) optimistis dapat menciptakan 1.000 startup lokal dan mendorongnya hingga go internasional hanya dalam tempo lima tahun ke depan.

Yansen Kamto, Chief Executive Officer Kibar mengemukakan kerja sama yang dilakukannya bersama Kemkominfo itu diharapkan dapat menciptakan dan mendorong 1.000 startup alias perusahaan rintisan digital sekaligus mendorong masa depan ekonomi digital Indonesia, sejalan dengan target pemerintah yang berencana menciptakan 1.000 startup digital dengan total valuasi bisnis senilai US$10 miliar pada 2020.

Menurutnya, salah satu upaya yang dapat dilakukan Kibar dan Kemkominfo untuk menciptakan 1.000 startup digital itu dengan cara membuat Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

“Gerakan ini ingin menciptakan 1.000 perusahaan rintisan berbasis digital yang akan mentransformasi Indonesia menjadi negara maju dengan anak muda sebagai motor penggeraknya,” tuturnya di Jakarta, Jumat (17/6/2016).

Chief Executive Officer Kibar itu mengemukakan potensi industri digital dewasa ini sangat besar di Indonesia, sejalan dengan banyaknya pengguna Internet aktif yang mencapai angka sebesar 93,4 juta ditambah dengan pengguna smartphone yang mencapai angka sebesar 71 juta pengguna.

Menurutnya, potensi itu merupakan modal yang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan industri digital lokal seperti salah satunya adalah industri e-commerce, yang diprediksi dapat mencapai nilai transaksi sebesar US$130 miliar dengan angka pertumbuhan per tahun sekitar 50%.

“Potensi industri digital di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata lagi saat ini. Karena potensi ini juga dapat menjadi modal besar bagi Indonesia untuk mengembangkan e-commerce dan bisnis berbasis teknologi digital lainnya di Tanah Air,” katanya.

Selain itu, Yansen juga memprediksi Indonesia saat ini memiliki peluang yang sangat besar untuk menciptakan entrepreneur nation dengan memanfaatkan teknologi digital yang akan menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah di negaranya sendiri.

Menurutnya, salah satu faktor pendukung yang menentukan kemajuan sebuah negara adalah jumlah entrepreneur. Hingga Maret 2016 lalu, jumlah entrepreneur di Indonesia baru mencapai 1,65% dari total jumlah penduduk.

“Melihat fakta jumlah enterpreneur itu, kita sebenarnya juga memiliki peluang untuk menciptakan enterpreneur nation dengan memanfaatkan teknologi digital yang mendukung,” ujarnya.

Secara terpisah, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengemukakan tujuan pihaknya bekerja sama dengan Kibar menciptakan 1.000 startup adalah untuk melahirkan perusahaan rintisan yang memiliki kualitas terbaik dan memberikan dampak positif serta dapat menyelesaikan berbagai permasalahan besar di Indonesia.

Menurutnya, pemerintah saat ini di antaranya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Komunikasi dan Informatika tengah berkoordinasi untuk menciptakan peta jalan e-commerce dan ekosistem industri teknologi digital agar terus berkembang dan berkesinambungan.

“Kami optimistis 1.000 startup digital ini dapat tercapai dengan mudah, karena semua memang mengarah ke sana sekarang,” tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemkominfo
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top