Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Motorola Akan Diproduksi di Indonesia.

Vendor smartphone asal Tiongkok, Lenovo berencana memproduksi ponsel Motorola di Indonesia melalui pabrik terbaru Lenovo yang berlokasi di Serang, Banten.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 16 November 2015  |  17:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Vendor smartphone asal Tiongkok, Lenovo berencana memproduksi ponsel Motorola di Indonesia melalui pabrik terbaru Lenovo yang berlokasi di Serang, Banten.

Namun untuk tahap awal, Lenovo meminta pemerintah Indonesia dapat memaklumi jika sebagian ponsel Motorola tersebut masih diimpor dari negara asalnya dan sebagian lainnya akan produksi dari dalam negeri.

Country Head Smartphone Division Lenovo Indonesia, Adrie R Suhadi mengemukakan sampai saat ini pihaknya masih belum dapat memastikan waktu yang tepat, untuk memproduksi Motorola di Indonesia.

Menurutnya, Lenovo Indonesia terlebih dulu akan bertemu dengan pemerintah sebagai regulator untuk mendiskusikan terkait regulasi sebelum memproduksi Motorola di Indonesia.

“Untuk Motorola masih dalam planing kami ya, takutnya kalau saya sebutkan waktunya kapan, nanti kan tergantung regulatornya. Karena ini berhubungan dengan pihak regulator,” tutur Adrie usai mengikuti acara peluncuran produk Lenovo A6010 di Jakarta, Senin (16/11).

Adrie optimisitis ponsel Motorola yang rencananya akan diproduksi di Indonesia tersebut, dapat memenuhi kewajiban untuk menerapkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) terhadap ponsel 4G Long Term Evolutin (LTE) sebesar 30% pada awal Januari 2017, sesuai peraturan Pemerintah Indonesia.

“Begini jadinya, kalau mau dipasarkan disini [Indonesia] kan, harus memenuhi TKDN. Nanti kan ke depannya kita [Motorola] juga akan mengikuti regulasi TKDN ini,” katanya.

Seperti diketahui, Lenovo telah mengakuisisi Motorola Mobility sebesar US$2,91 miliar dari Google, karena Motorola Mobility dianggap tidak memberikan profit signifikan terhadap Google. Padahal menurut perusahaan pusat riset Strategy Analytics, pasar Motorola di negara asalnya yaitu Amerika Serikat masih mencapat 4,1%, tertinggi kelima di antara merek lainnya.

Sementara itu terkait TKDN, Adrie juga berharap Pemerintah Indonesia dapat menerapkan peraturan tersebut kepada seluruh vendor baik vendor lokal maupun vendor asing yang bermain di Indonesia. Bahkan menurut Adrie, Lenovo Indonesia tidak merasa dirugikan dengan adanya regulasi kewajiban TKDN tersebut.

“Kami tidak merasa dirugikan dengan adanya TKDN itu. Malahan bisnis kami bisa tumbuh seperti sekarang,” ujarnya.

Sebagai salah satu wujud komitmen Lenovo Indonesia untuk mengikuti regulasi TKDN tersebut, pihaknya juga telah memproduksi Lenovo A6010 yang diklaim sebagian software dan hardwarenya telah menggunakan produk asal Indonesia.

“Produk Lenovo A6010 ini lokal produksinya, tapi jangan heran kalau masih ada beberapa yang impor. Kan kita masih baru memulai, jadi sebagian ada yang impor dan sebagian ada yang made in Indonesia,” tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ponsel motorola
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top