Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Kunci Sukses Epson dalam Menggarap Pasar Indonesia

Epson mencatat pertumbuhan antara 15% dan 20% per tahun di Indonesia. Manajemen perusahaan itu menjelaskan pengalamannya dalam menggarap pasar Indonesia.
Setyardi Widodo
Setyardi Widodo - Bisnis.com 08 November 2015  |  08:56 WIB
Ini Kunci Sukses Epson dalam Menggarap Pasar Indonesia
Sejumlah produk printer dari Epson. - Bisnis/swi
Bagikan

Bisnis.com, NUSA DUA --  Epson yang bergerak dalam industri digital imaging dan printing mengklaim berhasil mencatat pertumbuhan antara 15% dan 20% per tahun selama 15 tahun beroperasi di Indonesia. Manajemen perusahaan itu menjelaskan pengalamannya dalam menggarap pasar Indonesia.

Ng Ngge Khiang, Senior General Manager Epson Indonesia, mengatakan Indonesia merupakan pasar yang besar bagi Epson dengan kontribusi terhadap bisnis Epson di Asia Tenggara sekitar 34%.

Kalau melihat potensi, kata Ngge Khiang, posisi Indonesia bisa meningkat menjadi pasar kelima terbesar dunia.

Dia menjelaskan pasar Indonesia memiliki beberapa keunikan yang berbeda dibandingkan dengan pasar di negara lain, oleh sebab itu ada pendekatan khusus pula yang dilakukan di Indonesia.

“Contohnya printer seri L dari Epson itu kami perkenalkan pertama kali di Indonesia dengan desain yang diadopsi dari respons konsumen di Indonesia. Setelah itu baru disebarkan hingga ke 140 negara,” ujarnya dalam jumpa pers di sela-sela peringatan ulang tahun ke-15 Epson Indonesia yang digelar di Nusa Dua, Bali, 5-8 November 2015.

Di Indonesia, kata Ngge Khiang, Epson menggarap pasar segmen usaha kecil dan menengah. Segmen ini memerlukan printer yang harganya terjangkaudengan biaya perawatan yang tidak mahal.

“Jadi kami menyajikan produk yang sesuai prinsip value for money dengan cost saving untuk penggunaan jangka panjang,” tambah Nge Kiang.

Tuntutan pasar UKM di Indonesia ini agak berbeda dengan tuntutan pasar di Amerika Serikat.

 Ardyanto Chandra Wijaya, Senior Manager Business Product Marketing Departmen Epson Indonesia, menyatakan pasar Indonesia cukup unik.

“Untuk UKM, kalau kita meluncurkan produk yang terlalu sophisticated, malah tidak laku. Soalnya harganya mahal. Oleh sebab itu, kami mendengarkan apa yang diinginkan konsumen,” ujarnya.

Dia mencontohkan printer dengan harpa Rp3 miliar itu cukup besar untuk industri dengan skala yang kecil dan menengah. Oleh sebab itu, Epson memasarkan printer dengan kisaran harga Rp100 juta yang termasuk murah untuk segmen industri.

Baca juga:

Epson Indonesia Targetkan Pertumbuhan Dua Digit Tahun Depan

Rayakan Ulang Tahun ke-15, Epson Perkuat Bisnis Digital Imaging dan Cetak

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

epson
Editor : Setyardi Widodo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top