Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ternyata Harga Murah Bukan Faktor Utama Memilih Paket Data Seluler

Berbagai firma riset kerap menyebutkan harga masih menjadi faktor yang sensitif dalam mengakses Internet di Indonesia. Namun, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Baidu, raksasa mesin pencari asal China, ternyata mayoritas orang Indonesia menjadikan paket data yang menarik dari operator sebagai alasan utama memiliki layanan Internet.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 28 November 2014  |  21:46 WIB
 Harga murah bukan faktor utama bagi pelanggan dalam memilih paket data seluler.  - Bisnis.com
Harga murah bukan faktor utama bagi pelanggan dalam memilih paket data seluler. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Berbagai firma riset kerap menyebutkan harga masih menjadi faktor yang sensitif dalam mengakses Internet di Indonesia.

Namun, dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Baidu, raksasa mesin pencari asal China, ternyata mayoritas orang Indonesia menjadikan paket data yang menarik dari operator sebagai alasan utama memiliki layanan Internet.

Laporan survei tersebut bertajuk Explore the Mobile World in Indonesia. Survei dilakukan secara online terhadap 11.000 responden—terdiri dari blogger, praktisi media, pengembang aplikasi, dan perusahaan.

Baidu juga melakukan wawancara telepon dengan pengguna ponsel di kota besar dan wawancara tatap muka dengan pakar industri. Survei dilakukan dari 2 September hingga 31 Oktober 2014.

Laporan tersebut menyebutkan tawaran paket data yang menarik menjadi alasan utama 40% responden untuk memilih layanan Internet operator. Setelah itu, faktor kecepatan jaringan dipilih 38,2% orang yang disurvei.

Faktor harga menduduki peringkat ketiga dengan persentase 34,9% responden disusul stabilitas jaringan (33,3%), dan cakupan jaringan (31,9%).

Hasil ini menjadi menarik karena 59,9% responden mengaku mengakses Internet dari smartphone—yang menggunakan layanan data operator. Mayoritas responden (80%) itu juga menggunakan produk level low end di kisaran harga Rp1 juta-Rp3 juta.

Popularitas Android dan Samsung di Tanah Air juga terkonfirmasi dalam Laporan tersebut. Sebanyak 87,3% orang yang disurvei menggunakan perangkat berbasis sistem operasi dari Google tersebut, dan 47% diantaranya memakai ponsel merek Samsung.

“Meski demikian, pengguna ponsel merek lokal seperti Smartfren, Advan, Evercoss, Mito, dan Himax mulai bersaing dengan Samsung,” tulis rilis yang diterima Bisnis.com, Rabu (26/11/2014).

Pengguna Internet di Indonesia masih menjadikan selancar di jejaring sosial sebagai kegiatan utama  (84,2%). Sementara pengguna yang bertujuan searching sebanyak 65,7%. Kegiatan lainnya adalah membaca berita (39,2%), akses surat elektronik (38,9%), menonton video (31,4%), dan bermain game (30,7%).

Kendati popularitas aplikasi semakin tinggi, Laporan tersebut justru mengungkapkan 78,3% responden masih membuka browser saat menggunakan gadget, khususnya untuk aktivitas pencarian, unduh, akses jejaring sosial, hingga belanja online

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet operator baidu
Editor : Setyardi Widodo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top