Penjualan Segmen Digital Redup, Canon Mulai Lirik Pasar Kamera Pengawas

Febrany D. A. Putri
Sabtu, 24 Agustus 2013 | 21:27 WIB
Bagikan

Bisnis.com, TOKYO--Kecenderungan menurunnya penjualan kamera digital berteknologi tinggi membuat salah satu produsen besar kamera digital, Canon melirik pangsa pasar baru, yakni kamera pengawas.

Pasalnya, Canon cukup terpukul dengan penurunan tiba-tiba pengapalan kamera digital top-end mereka. Belum lagi, pasar kamera compact Canon terus tergerus dengan kehadiran kamera pada ponsel pintar dengan resolusi yang semakin baik.

"Melirik pasar baru dalam hal ini kamera pengawas merupakan fokus besar kami untuk penjualan business to business [B2B] Canon. Pasarnya masih besar," tutur President sekaligus CEO Canon Fujio Mitarai dalam sebuah wawancara seperti dilansir Reuters, Jumat (23/8) waktu setempat.

Salah satu lembaga riset yakni IHS memproyeksikan pasar kamera pengawas akan menguasai dua pertiga paar global dengan pencapaian nilai US$23 miliar pada 2017.

Mitarai sendiri kemudian menargetkan mampu menangguk penjualan dari pasar ini sebanyak US$1 miliar melalui rencana jangka panjang 5 tahun perusahaan sejak 2016 mendatang.

Salah satu rekan B2B Canon untuk mempercepat penetrasi pasar kamera pengawas adalah perusahaan elektronik Jepang, Panasonic. Panasonic mengklaim divisi kamera pengawas mencatat penjualan hingga 13,4 miliar Yen pada kuartal II/2013 dan ditargetkan tumbuh 15% sepanjang tahun ini.

Jepang, saat ini merupakan pasar ketiga terbesar untuk kamera pengawas setelah China dan Amerika Serikat. Peralihan penggunaan sistem jaringan digital dari perangkat CCTV analog justru semakin meningkatkan permintaan.

"Pasarnya tumbuh cepat sekali dan kami proyeksikan pertumbuhan terbesar justru terjadi di Asia. Namun, pasar tersebut terkotak-kotak dan kompetitif dengan banyak pesaing. Kesulitan yang akan dihadapi oleh produsen yakni unique selling point," pungkas salah satu analis pasar kamera pengawas IHS John Cropley. (34)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper