MITRATEL garap menara telekomunikasi Bayan Resource

 
Arma Editor
Arma Editor - Bisnis.com 19 April 2012  |  21:15 WIB

 

BALIKPAPAN: PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, menandatangani kesepakatan kerja sama dengan PT Bayan Resources Tbk untuk membangun menara telekomunikasi di areal pertambangan di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
 
Manager Regional Office Kalimantan Mitratel Kusnandar mengatakan pembangunan menara telekomunikasi ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Mitratel sebagai penyedia jasa pembangunan menara telekomunikasi. Nilai investasi pembangunan menara ini diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
 
“Sebelumnya sudah ada kerja sama pembangunan menara tetapi langsung berhubungan dengan penyedia layanan yakni Telkomsel,” ujarnya   hari ini.
 
Pembangunan menara telekomunikasi tersebut akan dilakukan pada anak usaha Bayan Resources yakni PT Mamahak Coal Mining (MCM) yang lokasinya berada di Kutai Barat. Dalam kerja sama ini, Mitratel mendapatkan lahan pembangunan seluas 400 m2 di sekitar areal pertambangan PT MCM yang masih merupakan area blankspot.
 
Kebutuhan telekomunikasi bagi pekerja tambang, maupun penduduk sekitar, memang sangat diperlukan mengingat kawasan tersebut belum terjangkau oleh layanan telekomunikasi. Adanya menara ini, tambah Kusnandar, juga akan berdampak positif bagi masyarakat di sekitar kawasan.
 
Pembangunan ini bekerja sama dengan Telkomsel, yang akan menjadi operator telekomunikasi pada menara tersebut.
 
General Affair PT Gunung Bayan Pratama Coal Syahbudin Noor Acang, sebagai perwakilan dari Bayan Resources, menuturkan menara telekomunikasi ini akan melengkapi pembangunan fasilitas sejenis yang dilakukan pada 5 lokasi pertambangan milik Bayan Resources. 
 
“Sebelumnya sudah terbangun di Tabang, Senoni, Melak, Bengalon dan Satui yang sudah berfungsi
dengan baik,” katanya.
 
Pembangunan ini, katanya, akan membantu operasional kantor yang memerlukan pelaporan data yang cepat. Dia menginginkan teknologi yang digunakan dalam menara telekomunikasi ini sudah mengadopsi layanan generasi ketiga (3G).
 
“Kalau bisa yang 3G karena kebutuhan data nanti yang akan besar,” katanya.
 
Menanggapi hal tersebut, Kusnandar mengemukakan menara yang akan terbangun sudah mengadopsi teknoloi generasi ketiga. Operator hanya tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan instalasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi pelanggan.
 
Sementara itu, General Manager Regional Account Management Pamasuka Telkomsel Ceppy Djakaria mengatakan kesepakatan antara dua perusahaan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
 
“Masyarakat sekitar tentu juga akan mendapatkan efeknya karena luas jangkauannya mencapai 6 kilometer - 10 kilometer,” katanya. Dia menambahkan akses telekomunikasi tersebut akan menambah informasi bagi masyarakat sekaligus pekerja tambang. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top