Bisnis.com, JAKARTA — Alibaba Group, raksasa teknologi dan e-commerce asal China, dikabarkan tengah bersiap untuk merilis versi terbaru dari model kecerdasan buatan (AI) andalannya yaitu Qwen 3.
Melansir dari Reuters, Kamis (3/4/2025) sumber yang mengetahui rencana tersebut menyebutkan bahwa model AI baru ini kemungkinan besar akan diluncurkan pada akhir April 2025.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa waktu pasti perilisan masih bisa berubah dari target yang sudah ditentukan.
Alibaba tidak merespon konfirmasi Reuters rumor tersebut ketika dihubungi perihal rencana peluncuran Qwen 3.
Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, Alibaba semakin intensif merilis produk AI terbaru, seiring dengan meningkatnya persaingan di industri ini, terutama setelah kebangkitan DeepSeek.
Pada Januari lalu, Alibaba segera merespons keberhasilan DeepSeek dengan meluncurkan Qwen 2.5-Max, versi terbaru dari model AI andalan mereka.
Alibaba mengklaim bahwa model ini lebih unggul dibandingkan DeepSeek-V3, yang telah banyak mendapat pengakuan internasional.
Keputusan Alibaba untuk meluncurkan Qwen 2.5-Max pada hari pertama Tahun Baru Imlek, menegaskan betapa seriusnya tekanan yang dihadapi oleh para pesaing di pasar AI global.
Pada Februari, Reuters juga melaporkan bahwa DeepSeek tengah mempersiapkan peluncuran model penerus R1, yang bersama dengan V3, telah menerima sambutan positif dari berbagai kalangan di Silicon Valley.
DeepSeek diketahui sedang dalam rencana untuk merilis model generasi berikutnya sebelum Mei mendatang.
Mengutip Notebookcheck.net, Alibaba menyebut Qwen 2.5 Max melampaui model AI terkemuka dari Deepseek, OpenAI, serta Meta dalam berbagai penilaian kinerja.
Model ini disebut-sebut unggul dalam berbagai tolok ukur, termasuk Arena-Hard, LiveBench, LiveCodeBench, MMLU, dan GPQA-Diamond.
Arena Hard merupakan benchmark yang digunakan untuk mengevaluasi dan membandingkan kualitas respons dari berbagai model A) terhadap pertanyaan dan permintaan yang diajukan oleh manusia.
Dalam konteks ini, Arena Hard menjadi tolok ukur penting untuk mengukur seberapa baik sebuah model AI dapat memahami dan menanggapi instruksi manusia.
Sementara itu, Live Bench berkaitan dengan kemampuan model AI dalam mengerjakan berbagai tugas. Live Bench dirancang untuk mengevaluasi kemampuan kognitif dan pemahaman umum model AI.