Korea Selatan Bakal Habis-habisan di 'Perang' Cip, Siap Investasi Rp117 Triliun!

Rika Anggraeni
Minggu, 12 Mei 2024 | 18:26 WIB
Bendera Korea Selatan/ Freepik.
Bendera Korea Selatan/ Freepik.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Korea Selatan mempersiapkan paket bantuan untuk investasi cip dan riset senilai lebih dari 10 triliun won (US$7,30 miliar) atau sekitar Rp117,2 triliun (kurs Rp16.055 per dolar AS). Pemerintah berkomitmen untuk habis-habisan demi memenangkan 'perang' cip.

Dilansir dari Reuters, Minggu (12/5/2024), hal itu diungkapkan Menteri Keuangan Choi Sang-Mok pada hari Minggu, setelah menetapkan pandangan untuk memenangkan “perang“ di industri semikonduktor.

Choi mengatakan pemerintah akan segera mengumumkan rincian paket tersebut, yang ditujukan untuk bahan cip, pembuat peralatan, dan perusahaan fabless di seluruh rantai pasokan semikonduktor.

Nantinya, program tersebut dapat mencakup penawaran pinjaman kebijakan dan pembentukan dana baru yang didanai oleh lembaga keuangan negara dan swasta.

Di samping itu, Korea Selatan juga sedang membangun klaster cip mega di Yongin, di selatan ibukotanya, Seoul, yang diklaim sebagai kompleks teknologi tinggi terbesar di dunia. Negeri Ginseng itu berupaya untuk menciptakan pusat teknologi tinggi dan berpengaruh di bidang industri cip.

Presiden Yoon Suk Yeol juga telah berjanji untuk menggunakan semua sumber daya yang mungkin untuk memenangkan ”perang” di industri cip, dengan menawarkan manfaat pajak bagi para investor.

Sebelumnya, Pemerintah China akan menghapus mikroprosesor asal Amerika Serikat, Intel dan AMD dari komputer pribadi dan server pemerintah seiring dengan meningkatnya kampanye Beijing untuk menggantikan teknologi asing dengan teknologi dalam negeri.

Beijing juga berupaya untuk mengesampingkan sistem operasi Microsoft Windows dan perangkat lunak database buatan luar negeri, dan lebih memilih beralih ke produksi dalam negeri. Hal ini sejalan dengan upaya lokalisasi paralel yang tengah dilakukan di perusahaan-perusahaan milik negara.

Melansir Financial Times, Senin (25/3/2024), aturan pembelian teranyar ini mewakili langkah paling signifikan China dalam membangun pengganti teknologi asing di dalam negeri dan mencerminkan langkah yang sama di Amerika Serikat ketika ketegangan meningkat di antara kedua negara.

Semakin banyak perusahaan China yang dijatuhi sanksi oleh Washington dengan dalih keamanan nasional, memberlakukan undang-undang untuk mendorong lebih banyak teknologi yang diproduksi di Amerika Serikat dan memblokir ekspor chip canggih dan peralatan terkait ke China.

Adapun, para pejabat setempat mulai mengikuti pedoman PC, laptop, dan server yang baru pada tahun ini, seiring diumumkannya pedoman baru pada 26 Desember 2023 oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi.

Pada hari yang sama, lembaga pengujian negara, Pusat Evaluasi Keamanan Teknologi Informasi China, menerbitkan daftar pertama prosesor dan sistem operasi yang “aman dan andal”, semuanya berasal dari perusahaan China.

Di antara 18 prosesor, yang disetujui adalah chip dari Huawei dan grup Phytium yang didukung negara. Keduanya masuk dalam daftar hitam ekspor Washington. Pembuat prosesor China menggunakan campuran arsitektur chip termasuk Intel x86, Arm, dan buatan sendiri, sedangkan sistem operasinya berasal dari perangkat lunak Linux.

Perubahan pengadaan yang dilakukan Beijing adalah bagian dari strategi nasional untuk autarki teknologi di sektor militer, pemerintahan, dan negara yang dikenal sebagai xinchuang atau “inovasi aplikasi TI”. 

Standar tersebut “adalah instruksi nasional pertama yang rinci dan jelas untuk mempromosikan xinchuang,” kata seorang pejabat pemerintah daerah yang mengelola substitusi sistem TI.

Hal ini menandakan bahwa Yoon bertekad untuk memberikan dukungan penuh dan insentif kepada industri cip agar bisa bersaing di pasar global.

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper