Tenggat Migrasi TikTok Tokopedia Makin Dekat, Bakal Molor atau Tepat Waktu?

Annisa Kurniasari Saumi, Crysania Suhartanto, Dwi Rachmawati
Senin, 1 April 2024 | 11:00 WIB
Warga mengakses aplikasi Tiktok di Jakarta. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga mengakses aplikasi Tiktok di Jakarta. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Dampak ke kinerja

PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mencatatkan rugi Rp90,3 triliun pada 2023 akibat pembalikan nilai goodwill setelah melepas Tokopedia ke Tiktok.

Dalam ikhtisar kinerjanya, GOTO membukukan rugi bersih Rp90,3 triliun hingga akhir tahun 2023. Jumlah itu melonjak hingga 128% jika dibandingkan dengan tahun 2022 sebesar Rp39,57 triliun.

Peningkatan rugi bersih ini dipicu oleh pencatatan pembalikan nilai goodwill (goodwill reversal) senilai -Rp78,8 triliun, sebagaimana diwajibkan oleh standar akuntansi keuangan yang berlaku, yang merupakan dampak dari transaksi Tokopedia dan TikTok.

Sebagaimana diketahui, transaksi Tokopedia dan TikTok membuat GoTo kehilangan pengendalian terhadap Tokopedia dimulai 1 Februari 2024. Rugi yang diakibatkan pembalikan nilai goodwill tersebut bersifat tidak berulang (non-recurring), nonkas, dan tidak berdampak kepada EBITDA yang disesuaikan maupun arus kas GOTO.

Pembalikan goodwill ini merupakan penyesuaian akuntansi dan tidak mencerminkan kinerja bisnis GOTO yang sebenarnya.

Melansir Investopedia, goodwill merupakan aset tak berwujud yang terkait dengan pembelian satu perusahaan oleh perusahaan lain. Nilai dari nama perusahaan, reputasi merek, basis pelanggan, layanan pelanggan yang baik, hubungan karyawan, dan teknologi merupakan aspek-aspek dari goodwill.

Momen saat GoTo IPO perdana
Momen saat GoTo IPO perdana

Namun, nilai tinggi goodwill tidak selalu mencerminkan perusahaan tersebut. 

Sementara itu, apabila mengeluarkan goodwill, maka rugi bersih GOTO mencapai Rp10,3 triliun, membaik 66% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp39,57 triliun.

Sepanjang 2023, GOTO juga tercatat mencetak pendapatan bersih GOTO yang meningkat menjadi Rp14,78 triliun sepanjang tahun 2023, naik 30,3% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp11,34 triliun.

Presiden Direktur GOTO Patrick Walujo mengatakan GOTO tekah membangun basis operasional yang solid, dengan mencapai profitabilitas EBITDA yang disesuaikan pada kuartal IV/2024, dan membangun kerja sama strategis dengan TikTok di bisnis e-commerce.

"Ke depan, fokus kami adalah memperkuat basis ini untuk mempercepat pertumbuhan yang prfoitable," kata Patrick dalam keterangan resminya, Selasa (19/3/2024).

Halaman:
  1. 1
  2. 2
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper