Aksi Korporasi Jumbo! Swisscom Caplok Vodafone Rp135,72 Triliun

Hendri T. Asworo
Jumat, 15 Maret 2024 | 16:40 WIB
Seorang pria tengah mengangkat telepon di depan gerai Vodafone di London. Swisscom sepakat untuk mengakuisisi Vodafone senilai Rp135 triliun./Simon Dawson/Bloomberg
Seorang pria tengah mengangkat telepon di depan gerai Vodafone di London. Swisscom sepakat untuk mengakuisisi Vodafone senilai Rp135 triliun./Simon Dawson/Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Swisscom diketahui akan mencaplok Vodafone Italia seharga 8 miliar euro atau US$8,70 miliar setara dengan Rp135,72 triliun (kurs Rp15.6000 per dolar AS). 

Menurut rencana, Vondafone akan dimerger dengan anak perusahaan Swisscom di Italia, Fastweb. Kesepakatan ini akan menjadikan Swisscom operator fix broadband terbesar kedua di Italia setelah Telecom Italia.

Aksi akusisi itu akan memperkuat bisnis Swisscom di segmen seluler. "Kesepakatan ini dibiayai utang, dan akan dibayar tunai," kata pihak Swisscom seperti dikutip Reuters.

Dampak dari aksi korporasi itu, Vodafone akan mengembalikan modal sebesar 4 miliar euro kepada pemegang saham dan mengurangi separuh dividennya menjadi 4,5 sen euro per saham mulai tahun keuangan 2025 dan seterusnya, setelah kesepakatan disetujui kedua belah pihak.

“Vodafone Italia dan Fastweb akan menyatukan infrastruktur, kompetensi, dan kemampuan seluler, dan tetap berkualitas tinggi yang saling melengkapi untuk menciptakan penantang konvergensi terkemuka di pasar dengan peluang pertumbuhan material,” kata Swisscom dalam sebuah pernyataan.

Kesepakatan itu diperkirakan selesai pada kuartal I/2025, dan tidak memerlukan pemungutan suara dari pemegang saham. Swisscom, yang dimiliki oleh pemerintah Swiss sebagai pemegang saham pengendali, telah beroperasi di Italia sejak 2007 melalui Fastweb. Perusahaan telah meningkatkan jumlah pelanggan dan pendapatan sekitar 50% selama 10 tahun terakhir.

“Dengan merger ini kami menciptakan penyedia terkemuka di pasar dengan peluang pertumbuhan yang besar dan dengan melakukan hal tersebut kami mengambil langkah besar menuju tujuan kami, yaitu pertumbuhan yang menguntungkan di Italia,” kata CEO Swisscom Christoph Aeschlimann dalam sebuah pernyataan video.

CEO Vodafone Margherita Della Valle mengatakan kesepakatan itu adalah langkah besar ketiga dan terakhir dalam membentuk kembali portofolionya setelah pihaknya setuju untuk menjual sejumlah lini bisnisnya. Seperti melepas operasionalnya di Spanyol dan menggabungkan unit bisnisnya di Inggris dengan Hutchison's Three tahun lalu.

Swisscom mengatakan kesepakatan itu akan meningkatkan arus kas dan akan berdampak positif pada kebijakan dividennya.

Fastweb, milik perusahaan Swiss, itu saat ini menyediakan layanan seluler di Hutchison dengan membuka di jaringan Wind Tre. Kedua perusahaan pun bersepakat untuk meluncurkan jaringan 5G.

Della Valle, yang memulai karir Vodafone di Italia, berupaya meningkatkan profitabilitas Vodafone dengan mencapai kesepakatan besar, sesuatu yang tidak dilakukan pendahulunya.

Adapun investor tidak yakin dengan kesepakatan tersebut, dan harga saham Vodafone diperdagangkan sekitar setengah dari harga dua tahun lalu.
($1 = 0,9194 euro)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Hendri T. Asworo
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper