Elon Musk Bakal Sulap Twitter (X) Jadi Aplikasi Smart TV, Saingi YouTube

Fahmi Ahmad Burhan
Sabtu, 9 Maret 2024 | 19:30 WIB
Chief Executive Officer Tesla Elon Musk masuk ke dalam mobil Tesla saat meninggalkan sebuah hotel di Beijing, Cina 31 Mei 2023. REUTERS/Tingshu Wang/File Foto
Chief Executive Officer Tesla Elon Musk masuk ke dalam mobil Tesla saat meninggalkan sebuah hotel di Beijing, Cina 31 Mei 2023. REUTERS/Tingshu Wang/File Foto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Taipan Amerika Serikat Elon Musk menyebut X akan segera hadir sebagai aplikasi video berdurasi panjang yang ada di TV pintar atau smart TV. Kehadiran X di pasar aplikasi smart TV itu akan menyaingi platform besutan Google, yakni Youtube.

Dilansir dari Reuters, salah satu orang terkaya di dunia itu menanggapi postingan pengguna X terkait dengan rencana pengembangan aplikasi video di smart TV.

"Segera hadir," kata Musk dikutip pada Sabtu (9/3/2024).

Sebelumnya, Musk memang berambisi menjadikan X sebagai aplikasi super alias super apps. Semenjak membeli Twitter dengan harga US$44 miliar pada 2022, Musk telah berusaha mengubah X menjadi platform multiguna.

X juga telah meluncur sebagai aplikasi panggilan video dan audio dalam versi awalnya untuk beberapa pengguna pada Oktober 2023.

Musk juga berencana untuk menjadikan X sebagai aplikasi yang memuat layanan perpesanan hingga pembayaran peer to peer (P2P). 

Diberitakan sebelumnya, X diproyeksikan bisa seperti WeChat yang merupakan salah satu platform di China dengan kemampuan fitur-fitur di luar media sosial, termasuk mengirimkan uang dan toko online atau aplikasi GoPay di Indonesia.

Kemudian, dalam pengembangannya X bisa menjadi aplikasi video di smart TV. Fortune melaporkan bahwa X berencana meluncurkan aplikasi TV pada pekan depan untuk pengguna Amazon dan Samsung.

Fortune menyebut aplikasi tersebut akan mirip dengan aplikasi TV yang ditawarkan Youtube. Musk juga menyatakan bahwa X siap bersaing dengan YouTube.

X juga dikabarkan telah menjalin kemitraan dengan mantan komentator Fox, Tucker Carlson dan mantan pembawa acara CNN, Don Lemon.

Akan tetapi, kepada Reuters, pihak X tidak memberikan tanggapan terkait dengan rencana  pengembangan aplikasi tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper