Akses Internet Smart City IKN Pakai 5G dan Satelit Satria-1

Redaksi
Sabtu, 9 Maret 2024 | 09:12 WIB
Suasana pembangunan Sumbu Kebangsaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). Presiden Joko Widodo menyebut progres pembangunan IKN sudah mencapai sekitar 40 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Suasana pembangunan Sumbu Kebangsaan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2023). Presiden Joko Widodo menyebut progres pembangunan IKN sudah mencapai sekitar 40 persen. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Fadhilah Mathar mengatakan jaringan di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan berbasis 5G  guna mendukung hadirnya smart city atau kota cerdas.

Tidak hanya itu, untuk daerah yang belum dapat akses internet, akan mendapat dukungan dari Satelit Satria-1. 

Fadhilah mengonfirmasi hal tersebut ketika ditanyakan di acara Ngopi Bareng Kominfo Jumat (9/3/2024). 

"Kalau IKN sih 5G kan dia smart city, 5G dirancang karena smart city yang luar biasa smartcity untuk selularnya ya dia 5G," ungkap wanita yang akrab disapa Indah.

Dalam rangka memperkuat infrastruktur telekomunikasi di IKN, Bakti telah berhasil menyelesaikan pembangunan akses internet di 5 lokasi yang berada di hunian pekerja konstruksi, Sumbu Kebangsaan, Hotel Nusantara, Bendungan Sepaku Semoi, dan PLTS. Semua lokasi tersebut telah aktif dan memanfaatkan teknologi dari Satelit Satria-1. 

"Kemarin waktu terakhir bapak Presiden Joko Widodo meresmikan command center, salah satu akses internet untuk backup itu disediakan oleh Bakti melalui SATRIA-1," ujarnya.

Kerja sama yang erat antara pihak swasta dan pemerintah menjadi kunci dalam pengembangan IKN. Melalui koordinasi yang terus berlangsung, proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Penggunaan Satria-1 sebagai backup untuk command center menjadi salah satu langkah dalam memastikan kehandalan sistem infrastruktur yang dibangun dalam lingkup IKN. 

"Kalau dengan IKN kami terus koordinasi dengan otorita. Jadi, kita akan melihat permintaan dari otorita, karena IKN ini kan lebih banyak ke investasi ya, investasi yang dilakukan oleh swasta," ungkap Indah.

Komitmen untuk meningkatkan kecepatan internet hingga mencapai 100 Mbps juga menjadi fokus utama Bakti dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan transformasi digital di Tanah Air. 

Indah menjelaskan pemerintah memiliki target pada 2028 Indonesia menjadi negara dengan ekonomi berpenghasilan maju. DIbutuhkan begitu banyak mesin pendorong untuk memenuhi angka 6% ini, termasuk di antaranya adalah digitalisasi. 

"Kenapa 100 Mbps? Karena kita tahu kecepatan internet itu berpengaruh terhadap, salah satunya adalah terhadap pertumbuhan,” kata Indah. 

Pentingnya akses internet yang cepat tidak hanya berlaku untuk kota-kota besar, tetapi juga untuk wilayah pedesaan yang juga harus turut tumbuh bersama-sama. 

Dengan memperkuat infrastruktur digital di seluruh Indonesia, Bakti berharap dapat mengurangi kesenjangan ekonomi antara wilayah urban dan pedesaan. 

Meskipun target kecepatan internet 100 Mbps menjadi langkah interim, namun hal tersebut dianggap sebagai langkah penting menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper