Heboh KPPS Sirekap, Hasil Suara Paslon Meningkat Tak Terkendali di Aplikasi

Afiffah Rahmah Nurdifa
Kamis, 15 Februari 2024 | 11:29 WIB
Tampilan depan website petugas KPPS menginput data Sirekap/Sirekap
Tampilan depan website petugas KPPS menginput data Sirekap/Sirekap
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Warganet menilai aplikasi Sirekap tak akurat dalam membaca data. Jumlah suara di paslon tertentu naik drastis ketika dimasukan ke aplikasi rekapitulasi tersebut oleh petugas KPPS. Di sisi lain, warganet berharap adanya data yang terpercaya di KPU

Adapun hingga pukul 11.30, Sirekap telah menjadi trending di X dengan total postingan lebih dari 100.000 postingan. 

Dalam beberapa postingan tersebut, warganet yang mengunggah bukti terjadinya mark up suara di aplikasi Sirekap sejak pengitungan dimulai kemarin, Rabu (14/2/2024) usai aktivitas pencoblosan di TPS. 

Salah satunya diungkap akun pribadi X @MuhfadhilDS yang membagikan video dari seseorang bernama Bagoes Suryo Nugroho di TPS 85 Jakarta Timur. Video tersebut menunjukkan hasil upload formulir C1 ke Sirekap. 

"Terjadi kesalahan fatal pada aplikasi SIREKAP KPU pada TPS 85 DKI Jakarta. Paslon 1 yang seharusnya 99 suara menjadi 44 suara. Paslon 2 yang seharusnya 58 menjadi 948," tulisnya merangkum isi video tersebut, dikutip Kamis (15/2/2024).

Senada, akun X milik @serenopity atau Noppie juga menunjukkan hasil upload Sirekap yang tampak berbeda dari data pada formulir C1 yang diunggah. 

Dalam foto yang diunggah menunjukkan hasil suara Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka naik dari 98 menjadi 995 suara. 

"Aku biasanya diem tapi masa se-curang ini?" ujarnya.

Tangkapan layar peningkatan suara di aplikasi Sirekap
Tangkapan layar peningkatan suara di aplikasi Sirekap

Hal yang sama terjadi di TPS 21 Cilacap Utara, Jawa Tengah yang dibagikan oleh akun Instagram @sebutsajamaya yang mengeluhkan tidak adanya opsi pengeditan angka. 

Lewat unggahannya, dia menunjukkan mark up suara Prabowo-Gibran dari 54 menjadi 770. Sedangkan, Ganjar Pranowo-Mahfud MD naik dari 46 menjadi 581 suara. 

"Halo @kpu_ri developer aplikasinya dah dibayar belom," tulisnya dalam unggahan tersebut. 

Warganet lainnya pun geram atas bukti-bukti hasil perolehan suara yang justru meningkat drastis di apliaksi Sirekap. Banyak dari mereka yang meminta kejelasan dari KPU dan Bawaslu RI.

Sebelumnya,Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar - Mahfud juga menemukan kelemahan dan kejanggalan di aplikasi Sirekap milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hasil pengolahan data di aplikasi tersebut memperlihatkan adanya penambahan jumlah suara untuk pasangan calon (paslon) 02 Prabowo - Gibran dan pengurangan untuk paslon 02. 

Kelemahan tersebut diunggah oleh akun @Aryprasetyo85 di platform X. Dalam postingannya, Ary memperlihatkan sebuah video yang Anggota Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud Finsensius Mendrofa yang membongkar kejanggalan aplikasi Sirekap. 

Finsensius menjelaskan kejanggalan atau kelemahan muncul ketika hasil simulasi data yang diinput berbeda dengan data aslinya. 

Sebagai contoh, berdasarkan simulasi yang dilakukan oleh KPPS 02, saat ketiga paslon yaitu 01, 02, dan 03 diisi dengan jumlah suara yang sama yaitu 93 suara. Hasil penginputan, yang nantinya akan diperlihatkan kepada publik, memperlihatkan data yang berbeda dari hasil di awal. 

Seharusnya, data yang diperlihatkan ke publik untuk masing-masing paslon adalah 93 suara. Namun yang terjadi adalah jumlah suara 02 naik, sementara itu jumlah suara 03 naik. 

“Paslon 01 itu 93, paslon 02 naik dari 93 menjadi 97, dan paslon 03 berkurang menjadi 92 suara. Di dalam simulasinya ini ada catatan bahwa hasil OMR tidak sesuai dengan C hasil KPPS. Kami tidak dalam rangka menuduh, bisa jadi ini adalah kelemahan sistem,” kata Finsensius, dikutip dari akun @aryprasetyo, Selasa (13/2024). 

Finsensius mengaku khawatir dengan kondisi ini. Alasannya, meski jumlah penambahan dan pengurangan suara hanya sebesar 2-3 suara, tetapi jika terjadi secara nasional atau di seluruh pemungutan suara, maka hasilnya akan sangat besar. 

“Bisa dibayangkan di Indonesia kurang lebih ada 850.000 TPS. Kalau terjadi 2-3 penambahan suara saja, ada berapa juta suara yang bertambah akibat kelemahan aplikasi Sirekap," kata Finsensius. 

Dia menuturkan melihat kondisi tersebut, TPN Ganjar-Mahfud telah melaporkan kelemahan aplikasi Sirekap kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 

TPN meminta tiga hal kepada Bawaslu atas kejadian ini yaitu pertama atensi investigasi. Kedua, Bawaslu harus turut serta mengawasi ini secara langsung dan melakukan audit IT. 

“Ketiga, dilakukan uji coba simulasi antara KPU dan tim pemenangan Ganjar Mahfud,” kata Finsensius. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper