Transformasi ke TechCo, Indosat (ISAT) Lanjut Kembangkan Data Center AI

Leo Dwi Jatmiko
Rabu, 7 Februari 2024 | 15:30 WIB
Logo Indosat Ooredoo Hutchison/Dok. Indosat
Logo Indosat Ooredoo Hutchison/Dok. Indosat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indosat Tbk. (ISAT) bakal terus mendorong pengembangan pusat data (data center) berbasis kecerdasan buatan (AI) pada tahun ini, seiring dengan strategi perusahaan dalam bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi menjadi pembawa teknologi (TechCo).

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan strategi transformasi Indosat dari Telco ke TechCo mencapai tonggak penting pada 2023.

Untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas konektivitas di wilayah pedesaan, Indosat meningkatkan jumlah BTS 4G sebesar 30,7% YoY, menjadi 179.000 sites di seluruh Indonesia.

Indosat juga menyelesaikan proses integrasi jaringan di lebih dari 46.000 sites hanya dalam waktu satu tahun dengan menggunakan teknologi Multi-Operator Core Network (MOCN). 

Langkah istrategis ini, lanjut Vikram, akan diteruskan dengan menginisiasi pertumbuhan infrastruktur pusat data berbasis Artificial Intelligence (AI) di Indonesia. 

“Bersama mitra strategisnya, Indosat memiliki tekad untuk memajukan Indonesia dalam pengembangan AI Cloud tingkat dunia,” kata Vikram, dikutip Rabu (7/2/2024). 

Untuk diketahui, pada 2022 Indosat membuat joint venture (JV) dengan PT Aplikanusa Lintasarta dan BDX Asia Data Center Holdings Pte. Ltd. untuk mendirikan perusahaan dan bisnis data center hyperscale di Indonesia. Perusahaan patungan ini pun bernilai Rp4,4 triliun dan bernama PT Starone Mitra Telekomunikasi (BDx Indonesia) 

Kemudian pada 2024, BDx Indonesia mengakuisisi sekitar 40-an data center milik Indosat yang terdiri dari carrier-neutral colocation dan edge sites di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Batam, Medan, Makassar, Bandung, dan Semarang.  

BDx Indonesia juga memperluas dan meningkatkan empat pusat data di Jakarta dan Jawa Barat dengan satu lokasi siap menampung beban kerja artificial intelligence yang berkepadatan tinggi.  Site ini didukung oleh pembangkit listrik tenaga air yang juga dilengkapi dengan teknologi pendinginan cair.

Untuk diketahui, Indosat membukukan total pendapatan sebesar Rp51,2 triliun sepanjang 2023, meningkat 10% dibandingkan tahun sebelumnya (Year-on-Year/YoY). 

Pertumbuhan total pendapatan tersebut didorong oleh peningkatan kualitas pelanggan konsumen dan korporasi serta kinerja positif dari semua lini bisnis Perusahaan. 

Pendapatan Selular tumbuh 8,7% YoY disebabkan oleh peningkatan pendapatan Data dan Interkoneksi. Sementara itu pendapatan Multimedia, Data Communication, and Internet (MIDI) naik 13,0% YoY ditopang oleh peningkatan pendapatan layanan IT dan Internet Tetap.

Selanjutnya, pendapatan Telekomunikasi Tetap juga melesat 28,4% YoY dikontribusi oleh peningkatan pendapatan Telepon Internasional dan Jaringan tetap.

Peningkatan pendapatan ini juga diikuti oleh optimalisasi biaya yang berdampak pada pertumbuhan pada EBITDA sebesar 23,0% YoY menjadi Rp23,9 triliun. 

Indosat juga berhasil mencatat EBITDA margin yang dinormalisasi tumbuh solid sebesar 46,8%, meningkat 4,5 poin persentase YoY. Dengan capaian tersebut, Laba Normalisasi Periode Berjalan yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk mencapai Rp3,5 triliun dan tetap positif selama 3 tahun berturut-turut.

“Dengan adopsi teknologi terbaru didukung kolaborasi bersama berbagai pihak yang didasari semangat gotong royong, kami akan melanjutkan perjalanan tanpa akhir kami dalam mewujudkan tujuan besar Indosat untuk menghubungkan dan memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia dengan mengakselerasi transformasi digital bangsa,” tutup Vikram.

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper