Aruna Incar Pertumbuhan Bisnis Perikanan pada 2024

Hafiyyan
Jumat, 12 Januari 2024 | 17:32 WIB
Nelayan komunitas Aruna/ dok. Aruna
Nelayan komunitas Aruna/ dok. Aruna
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan startup di bidang perikanan Aruna optimistis meningkatkan kinerja pada 2024, setelah tahun lalu Indonesia mengalami penurunan ekspor komoditas perikanan.

Farid Naufal Aslam, Co-Founder dan Chief Executive Officer Aruna, menyampaikan Aruna menyikapi positif kondisi yang terjadi pada 2023. Aruna mash berhasil mempertahankan kinerja bisnis yang positif dan posisi yang strategis di sektor seafood industry.

Hal itu didukung jangkauan area operasional bisnis yang tersebar lebih dari  90% di wilayah Indonesia, dan komoditas produk unggulan Aruna seperti crab meat, kelompok ikan-ikanan, serta lobster.

“Kondisi global tahun kemarin memang menjadi tantangan bagi kita semua. Namun, eksistensi bisnis Aruna masih tetap diperhitungkan di sektor seafood industry global. Pada 2024, kami lebih optimis lagi untuk fokus meraih market share yang lebih besar untuk komoditas produk unggulan Aruna,” paparnya dalam siaran pers, Jumat (12/1/2024).

Kondisi global yang tidak stabil pada 2023 turut berdampak pada turunnya permintaan seafood dari beberapa negara, terutama pasar utama dunia, yaitu Amerika Serikat. Inflasi dan tingkat suku bunga menjadi faktor utama atas kondisi tersebut sehingga menjadikan konsumen beralih untuk mencari seafood dengan harga yang murah dan membuat persaingan harga yang ketat bagi para pelaku bisnis.

Mengutip data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada 2023 nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai US$5,6 miliar atau setara Rp87 triliun, di bawah target yang ditetapkan sebesar US$6,7 miliar atau setara Rp104 triliun pada 2023. Jumlah tersebut juga turun dibandingkan 2022 yang tercatat US$6,2 miliar atau setara Rp96 triliun.

Pada 2024, KKP mematok target ekspor perikanan sebesar US$7,20 miliar atau setara Rp112 triliun. Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono optimistis, target tersebut dapat tercapai dengan adanya regulasi penangkapan ikan terukur.

Utari Octavianty, Co-Founder dan Chief Sustainability Officer Aruna, menambahkan, Aruna melanjutkan upaya terbaiknya untuk menjaga stabilitas dan kesehatan bisnisnya. Pihaknya yakin bahwa tahun 2024 akan memberi banyak peluang untuk pertumbuhan dan inovasi baru.

Pada usia Aruna yang ke-7 di tahun 2023, Aruna juga menginisiasi #SustainablyHealthy untuk menguatkan tanggung jawab Aruna dalam mendorong inovasi dan inisiatif keberlanjutan bisnis di Indonesia.

Komitmen ini dibuktikan dengan Aruna sukses menyabet penghargaan Seafood Savers oleh WWF, bahkan juga berhasil menyelenggarakan MSC Stakeholder Meeting.

Pembentukan panel konsultatif dan kesepakatan rencana aksi sebagai pemenuhan syarat untuk memperoleh sertifikasi MSC diadakan. AP2HI dan FIP pun juga mendukung beberapa komoditas Aruna, seperti Tuna dan Rajungan, untuk mendapatkan sertifikasi MSC. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper