Bakti Targetkan Pembangunan BTS 4G Sepenuhnya Selesai Semester I/2024

Crysania Suhartanto
Kamis, 28 Desember 2023 | 11:41 WIB
BTS 4G Bakti di Taulud, Manado/Bisnis.com-Crysania Suhartanto
BTS 4G Bakti di Taulud, Manado/Bisnis.com-Crysania Suhartanto
Bagikan

Bisnis.com, MANADO - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menargetkan pembangunan base transceiver station (BTS) akan sepenuhnya selesai pada semester I/2024.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo Fadhilah Mathar mengatakan pembangunan BTS 4G yang belum selesai paling banyak berada di Papua.

“InsyaAllah semester I tahun depan (2024) sudah bisa kami selesaikan,” ujar Indah pada wartawan, Kamis (28/12/2023).

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo meresmikan 4.988 unit base transceiver station (BTS) di Talaud, Sulawesi Utara.

Dengan demikian, hampir semua BTS yang sempat terkena skandal korupsi dan ditargetkan rampung pada 2024, sudah selesai dibangun.

Diketahui, secara total masih ada 630 BTS yang mayoritas berada di Indonesia bagian timur akan diselesaikan menyusul. 

Berdasarkan dokumen yang didapat Bisnis, pembangunan di Provinsi Papua terdapat pada proyek paket 3, paket 4 dan paket 5.

Dalam paket tersebut, area Papua Barat yang menjadi target pembangunan ada 810 titik. Sementara itu untuk Provinsi Papua terdapat di Area 7 dengan 550 titik, Area 8 dengan 944 titik dan  Area 9 dengan 779 titik. 

Adapun jika dihitung secara total maka dari 5.618 titik BTS 4G yang dibangun sebanyak 3.083 titik berada di Papua. 

Sementara itu untuk wilayah Sulawesi total titik yang dibangun BTS 4G tercatat sebanyak 533 titik, Maluku sebanyak 413 titik, Nusa Tenggara sebanyak 479 titik, Kalimantan sebanyak 686 titik dan Sumatra 131 titik. 

Dirut yang akrab disapa Indah ini mengatakan selain geografisnya yang menantang, masalah pembangunan lainnya adalah keamanan jiwa para karyawannya.

Indah mengaku titik pembangunan yang selama ini terkendala berada di zona merah Papua. Alhasil, Indah mengatakan proses pembangunan akan sangat bergantung pada kondisi keamanan di masing-masing wilayah.

Kendati demikian, Indah mengatakan semua infrastruktur yang dibutuhkan untuk pembangunan, sudah ada di Ibukota Provinsi Papua.

“Kami akan terus bangun. Itu bukan halangan bagi Bakti untuk tidak melakukan pembangunan di tersebut,” ujar Indah.

Lebih lanjut, Indah mengatakan ada sejumlah hal yang akan dilakukan sebagai solusi masalah pembangunan.

Mulai dari memastikan keamanan wilayah, menggandeng TNI, hingga memikirkan opsi lain untuk menghadirkan sinyal.

“Karena kan kasian nanti alat-alat yang sudah ada rusak. Jadi kami akan relokasi ke daerah-daerah lain yang memungkinkan. Atau perubahan teknologi,” ujar Indah.

Indah mengatakan bisa saja nanti teknologi yang digunakan diganti menjadi satelit ataupun combat, karena pembangunan yang lebih mudah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper