Netand: Ini Penyebab Serangan Ransomware dan Malware Meningkat

Rio Sandy Pradana
Kamis, 7 Desember 2023 | 18:20 WIB
Ilustrasi proteksi serangan siber ransomware dan malware./ Dok. Netand
Ilustrasi proteksi serangan siber ransomware dan malware./ Dok. Netand
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kelalaian dalam pengelolaan akses dan aktivitas pengguna dinilai menjadi penyebab meningkatnya risiko keamanan siber seperti serangan ransomware dan malware.

Netand, perusahaan keamanan siber asal Korea Selatan, menilai risiko keamanan tersebut bisa mengganggu operasional, membahayakan data pelanggan serta kredibilitas perusahaan.

Global Business Unit Executive Managing Director Netand, Brandon Lee mengatakan sebagian besar insiden keamanan yang dilaporkan disebabkan oleh kelalaian dalam manajemen aktivitas pengguna.

"Pemberian akses yang tidak akurat dan penyalahgunaan akun root menjadi perhatian utama. Namun, solusinya terletak pada efisiensi yang diperoleh melalui pengelolaan akses dan aktivitas pengguna," katanya dalam siaran pers, Kamis (7/12/2023).

Dia menuturkan Netand telah menyediakan solusi Manajemen Identitas dan Akses atau Identity and Access Management (IAM). Solusi tersebut telah memiliki sertifikasi standar internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan Informasi, ISO / IEC 27001.

Adapun, Netand telah menetapkan standar untuk IAM dengan teknologi dan keahlian mutakhir dengan Hiware. Solusi tersebut menggunakan pendekatan otomatis dan terintegrasi untuk mengelola akun pengguna di berbagai sistem; baik di lokasi maupun di direktori aktif.

Hiware menyinkronkan dan mengkonsolidasikan jenis-jenis identitas secara real-time, mengotomatiskan proses manajemen akun dan kata sandi untuk meningkatkan efisiensi.

Hiware diklaim mampu menyediakan manajemen terpusat dan terintegrasi untuk semua akun perangkat yang heterogen dengan kebijakan keamanan yang terstandarisasi. Selain itu dilengkapi Privileged Access Management (PAM) untuk memfasilitasi manajemen dan pengawasan pengguna, mengendalikan semua akses dan operasi dalam infrastruktur TI.

"Hal ini menyederhanakan operasi dan memastikan pendekatan proaktif terhadap keamanan siber," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper