Sosok di Balik "No Thanks", Aplikasi Viral yang Bantu Dunia Boikot Produk Israel

Hesti Puji Lestari
Rabu, 6 Desember 2023 | 08:10 WIB
Aplikasi No Thanks boikot produk Israel
Aplikasi No Thanks boikot produk Israel
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Viral sebuah aplikasi yang menyerukan boikot produk Israel, aplikasi tersebut bernama "No Thanks".

Sesuai dengan tujuannya, aplikasi ini berguna untuk mengidentifikasi produk pro-Israel atau yang berafiliasi dengan negara tersebut.

Cara kerja aplikasi ini cukup sederhana. Pengguna dapat memindai barcode suatu produk atau memasukkan namanya, dan dalam hitungan detik mereka diberi tahu sejauh mana produsen tersebut mendukung Israel.

Aplikasi ini diluncurkan pada 13 November, dan sejauh ini telah diunduh lebih dari 100.000 kali. Karena popularitasnya itu, aplikasi "No Thanks" turut jadi perbincangan di Indonesia.

Sosok di balik aplikasi "No Thanks"

Dilansir dari keterangan aplikasinya sendiri, "No Thanks" dikembangkan oleh Ahmed Bashbash, yang saat ini tinggal di Hongaria.

Kemudian menurut DW, Ahmed Bashbash mengaku merupakan warga Palestina asal Gaza. Bashbash mengatakan dia kehilangan saudara laki-lakinya dan dua saudarinya saat pertempuran Hamas dan Israel memuncak.

Saudara dan saudarinya tersebut meninggal lantaran tidak mendapatkan perawatan medis yang sesuai standar pada tahun 2020 lalu.

“Saya melakukan ini atas nama saudara laki-laki dan perempuan saya yang hilang karena pendudukan brutal ini, dan tujuan saya adalah mencoba mencegah apa yang terjadi pada saya terjadi pada warga Palestina lainnya,” kata Bashbash kepada DW melalui email.

Dengan ambisi tersebut, Ahmed Bashbash kemudian menyusun daftar perusahaan yang diduga mendukung Israel dengan bantuan situs "Boycotzionism" dan "Ulastempat".

Situs Boycotzionism mengiklankan slogan "Dari sungai ke laut, Palestina akan merdeka", yang terkadang diartikan sebagai antisemit. Beberapa orang melihat ungkapan tersebut sebagai slogan yang menyangkal hak keberadaan Israel.

Daftar merek yang harus diboikot, menurut operator situs tersebut, termasuk perusahaan terkenal dunia seperti Adidas, McDonald's, Chanel, Netflix dan Apple, dan juga mewakili semua jenis industri, mulai dari makanan, kosmetik, hingga penyedia streaming. 

Beberapa perusahaan masuk dalam daftar karena mereka bersama-sama meluncurkan kampanye setelah tanggal 7 Oktober yang mengutuk serangan teroris Hamas terhadap Israel. 

Menurut situs tersebut, perusahaan lain berinvestasi pada perusahaan rintisan Israel, misalnya, atau mendanai "pencurian wilayah Palestina".

Menurut laporan terbaru, Google telah menghapus aplikasi "No Thanks" dari Play Store.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper