Spotify PHK Massal Lagi, 1.500 Karyawan Terdampak!

Crysania Suhartanto
Senin, 4 Desember 2023 | 17:06 WIB
Chief Executive Officer Spotify Technology SA Daniel Ek. /Bloomberg
Chief Executive Officer Spotify Technology SA Daniel Ek. /Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan streaming musik Spotify akan merumahkan sekitar 1.500 karyawan atau 17% dari total karyawannya karena krisis global dan omzet yang menipis.

CEO Spotify, Daniel Ek, mengatakan karyawan yang terkena PHK akan menerima pesangon selama lima bulan dan selama waktu tersebut perusahaan akan terus menanggung biaya kesehatan mereka.

“Untuk menyelaraskan Spotify dengan target jangka panjang dan tantangan ke depannya, kami membuat keputusan berat untuk mengurangi karyawan sebanyak 17%,” ujar Daniel, dikutip dari The Verge, Senin (4/12/2023).

Selain itu, semua cuti yang belum digunakan juga akan dibayarkan kepada karyawan. Kemudian, semua karyawan yang dirumahkan juga berhak mendapatkan layanan penempatan selama dua bulan.

Dalam suratnya kepada para karyawan, mereka yang dirumahkan akan mendapat undangan kalender dari HRD. Pertemuan ini akan berlangsung sebelum Selasa (5/12/2023) waktu setempat. 

Daniel pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada karyawan yang dirumahkan atas semua dedikasi dan kerja kerasnya. 

“Terima kasih telah berbagi bakat Anda dengan kami. Saya harap Anda tahu bahwa kontribusi Anda telah memberikan dampak yang mendalam kepada lebih dari setengah miliar orang dan jutaan seniman, pencipta, dan penulis di seluruh dunia,” ujar Daniel, dikutip dari Business Today.

Daniel mengaku keputusan perusahaan melakukan PHK disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan biaya hidup. Kemudian, dengan banyaknya karyawan saat ini, Daniel menganggap Spotify menjadi kurang produktif dan efisien.

Diketahui, sebelum gelombang PHK ini, Spotify tercatat memiliki 9.241 karyawan di seluruh dunia. 

“Seiring dengan pertumbuhan kami, kami telah bergerak terlalu jauh dari prinsip inti perusahaan,” ujar Daniel.

Sebagai informasi, PHK ini bukan yang pertama kali dilakukan Spotify. Sebelumnya, pada Januari 2023 Spotify sempat merumahkan 6% karyawannya atau sekitar 600 karyawan. Selain itu, untuk menghadapi krisis global, Spotify juga sempat menaikkan harga beberapa paketnya. 

Adapun Spotify memang sedang mengalami kerugian sebesar €462 juta atau sekitar Rp7,7 triliun pada kuartal III/2023. Daniel mengatakan semua upaya ini dilakukan agar Spotify dapat meraup keuntungan pada 2024.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper