NASA Peringatkan akan Ada Badai Matahari, Ini Dampaknya pada Bumi

Mia Chitra Dinisari
Senin, 27 November 2023 | 09:10 WIB
Gambar lubang korona 13 Maret 2019. /Instagram @lapan_ri
Gambar lubang korona 13 Maret 2019. /Instagram @lapan_ri
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan antariksa AS memberikan peringatan akan adanya badai matahari yang akan membuat bumi terasa panas.

Peneliti mengatakan, matahari mengalami lonjakan aktivitas secara tiba-tiba dengan peningkatan jumlah bintik matahari secara signifikan yang mengirimkan gumpalan plasma panas ke luar angkasa, yang dampaknya diperkirakan akan dirasakan oleh Bumi dalam bentuk badai geomagnetik yang memicu pemadaman radio.

Permukaan Matahari dipenuhi bintik-bintik gelap yang disebut bintik matahari yang medan magnetnya sangat kuat dan dalam seminggu terakhir ini, jumlah bintik-bintik hitam tersebut meningkat sepuluh kali lipat dan disebut-sebut akan memuntahkan beberapa lontaran massa koronal (CME). 

Sebuah laporan mengatakan salah satu CME ini merupakan pelepasan besar-besaran awan plasma dari korona Matahari dengan kecepatan tinggi diperkirakan akan menghantam medan magnet dan atmosfer kita pada akhir tanggal 25 November. Matahari juga dapat mengirimkan jilatan api matahari yang merupakan semburan energi elektromagnetik yang terang.

“Sulut api matahari dan CME disebabkan oleh matahari melalui medan magnetnya yang terpelintir dan tertekan melalui gerakan matahari,” ujar Daniel Brown, seorang profesor astronomi dan komunikasi sains di Universitas Nottingham Trent di Inggris dilansir dari Wion.

Dia menambahkan, jilatan api matahari adalah pelepasan cahaya dalam jumlah besar yang dipicu oleh perubahan dan penataan ulang medan magnet matahari. Hal ini biasanya akan berjalan seiring dengan dirilisnya CME. Namun dibutuhkan waktu satu hari atau lebih hingga partikel tersebut tiba, sementara cahaya dan radiasi mencapai kita hanya dalam waktu 8 menit.

Laporan Spaceweather.com menyebutkan, peningkatan bintik matahari dimulai pada 18 November ketika AR3490, kelompok bintik matahari pertama, muncul di sisi timur laut Matahari. Selanjutnya, kelompok bintik matahari lainnya, AR3491 muncul dan dikatakan telah membentuk jejak di belakangnya.

Dampaknya terhadap Bumi

Partikel CME yang menghantam medan magnet dan atmosfer bumi memicu badai geomagnetik yang menyebabkan aurora –akibat gangguan magnetosfer bumi yang disebabkan oleh angin matahari dapat semakin kuat dan juga terlihat di ketinggian yang lebih rendah.

“Badai geomagnetik terjadi ketika medan magnet bumi sangat terganggu akibat letusan matahari,” kata Huw Morgan, ketua kelompok Fisika Matahari di Universitas Aberystwyth di Inggris kepada Newsweek.

Ketika badai plasma besar meletus dari matahari, dan badai tersebut membawa medan magnet yang arahnya berlawanan dengan medan magnet bumi, kita mengalami 'badai sempurna', dan badai geomagnetik yang lebih besar.”

Namun selain mewarnai langit dengan cahaya yang indah, badai geomagnetik juga dapat berdampak pada infrastruktur seperti fluktuasi dan pemadaman jaringan listrik serta pemadaman radio.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper