Jelajah Sinyal 2023: Digitalisasi Bantu Branding Coklat Macoa jadi Oleh-oleh Khas Sulawesi Barat

Annisa Kurniasari Saumi
Senin, 27 November 2023 | 14:46 WIB
Saat ini produk Macoa tersebar di beberapa toko oleh-oleh, hotel, cafe, dan bandara di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Selain itu, produk Macoa dapat dipesan secara online.Minggu (26/11/2023) BISNIS/ Erwin Tri Prasetyo.
Saat ini produk Macoa tersebar di beberapa toko oleh-oleh, hotel, cafe, dan bandara di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Selain itu, produk Macoa dapat dipesan secara online.Minggu (26/11/2023) BISNIS/ Erwin Tri Prasetyo.
Bagikan

Bisnis.com, POLEWALI - Matahari baru saja terbenam ketika tim Jelajah Sinyal 2023 sampai di Cafe Macoa, Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Letak cafe ini sendiri tidak berada jauh dari Pasar Wonomulyo. 

Kedatangan tim Jelajah Sinyal 2023 disambut oleh pegawai di cafe Macoa. Selain cafe, Macoa juga menyediakan tempat oleh-oleh yang berdampingan dengan cafe, sekaligus tempat produksi coklat Macoa, coklat khas Sulawesi Barat. 

Tak lama, Chief Executive Officer (CEO) Macoa Dheny Firsandy Nur datang menghampiri tim Jelajah Sinyal 2023. Pria berusia 31 tahun ini bercerita awal mula berdirinya Macoa. 

Dia menuturkan Macoa didirikan pada tahun 2015 lalu oleh 4 orang yang saling berteman. Selam dua tahun, 4 sekawan ini melakukan trial and error, hingga akhirnya efektif melakukan pemasaran sejak 2017. Setahun kemudian, Dheny bersama founder Macoa lainnya membuka cafe Macoa di dekat Pasar Wonomulyo.

Menurut Dheny, kualitas coklat produksi Macoa dijaga mulai dari penjemuran biji coklat, hingga menjadi coklat batang. Dheny menuturkan Macoa memiliki standar yang ketat terhadap kualitas coklat yang diambil dari petani di sekitar Polewali Mandar dan wilayah lain di Sulawesi Barat. 

Usaha Macoa ini menurut Dheny juga menemui berbagai hambatan. Salah satunya pandemi Covid-19 yang membuat distributor Macoa di Jakarta dan Pulau Kalimantan bangkrut. 

"Digitalisasi membantu kami dari sisi pemasaran, apalagi semenjak pandemi. Pandemi itu betul-betul kita riset, mulai dari nol karena mitra distribusi kami gulung tikar," ucap Dheny saat ditemui di Polewali, Minggu (26/11/2023).

Bangkrutnya mitra distribusi Macoa tersebut membuka jalan digitalisasi bagi Macoa. Hingga saat ini, penjualan melalui media sosial dan lokapasar menjadi salah satu kanal penjualan andalan Macoa selain menjual produknya secara langsung. 

Dheny menjelaskan digitalisasi ini membuat Macoa memfokuskan strateginya sebagai produk oleh-oleh khas Sulawesi Barat.

"Untuk memilih positioning, tentu kami harus mem-branding Macoa ini sebagai oleh-oleh khas Sulawesi Barat. Promosi kami lakukan lewat instagram," kata dia.

Meski telah melek digital, Dheny tak menampik masih ada tantangan digitalisasi yang harus dihadapi Macoa. Menurutnya, tantangan tersebut datang dari dunia digital sendiri yang terus berinovasi, seperti misalnya menyesuaikan algoritma di media sosial.

"Tantangannya lebih ke dunia digital ini kan terus upgrade, istilahnya itu tantangannya. Kalau dibilang kesulitan tidak juga, karena saya fokus di situ," tutur dia. 

Di sisi produksi, Dheny menuturkan tantangan datang dari permintaan yang tinggi terhadap Macoa, tetapi kapasitas produksi yang masih rendah. Dheny mengatakan produksi coklat Macoa saat ini dilakukan sejak pukul 08.00 WITA hingga 17.00 WITA. 

Produksi tersebut kadang terganggu oleh listrik yang byarpet di Polewali. Dia juga menuturkan, kuantitas coklat yang diproduksi Macoa tidak menentu. Di hari-hari tertentu, tim produksi Macoa akan khusus melakukan fermentasi, atau melakukan roasting biji coklat.  

"Kadang hari ini khusus fermentasi, kemudian khusus roasting, kemudian press lemak, bubuk. Belum tentu setiap hari menghasilkan coklat batang," tutur dia. 

Dia menuturkan, Macoa masih membutuhkan bantuan dari dinas terkait untuk memperbesar kapasitas produksi. Hingga saat ini, menurut Dheny, Macoa telah bermitra dengan UPTD Dinas Perindustrian dan Perdagangan. 

Hingga saat ini, Macoa telah memiliki sebanyak 13-15 varian  produk coklat. Secara kuantitas, menurut Dheny produk yang paling laku adalah produk coklat piramida kecil yang dijual dengan harga Rp2.000. 

Distribusi dari produk coklat ini menurutnya telah menjangkau kios-kios kecil di Polewali Mandar. Sementara itu, coklat dengan penjualan yang paling berdampak ke keuangan Macoa adalah produk coklat rengginang dan paket eksklusif coklat Macoa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper