Raksasa Streaming Spotify Gandeng AI Google Cloud, Identifikasi Hobi Musik Pengguna

Redaksi
Jumat, 17 November 2023 | 14:04 WIB
Terdapat lebih dari 30 juta episode di seluruh dunia dengan lebih dari 20 persen pengguna Spotify di Indonesia mendengarkan podcast setiap bulan, lebih tinggi dari rata-rata global. /Spotify
Terdapat lebih dari 30 juta episode di seluruh dunia dengan lebih dari 20 persen pengguna Spotify di Indonesia mendengarkan podcast setiap bulan, lebih tinggi dari rata-rata global. /Spotify
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Spotify, layanan musik digital dan podcast asal Swedia, akan memperluas kemitraannya dengan fitur AI Google Cloud dengan menggunakan model bahasa besar (LLM) guna membantu mengidentifikasi pola mendengarkan pengguna di seluruh podcast dan audiobook (buku audio).

LLM yang didukung kecerdasan buatan seperti ChatGPT OpenAI dan Google Bard, dilatih tentang sejumlah besar data untuk menghasilkan teks dan konten lainnya. 

Dikutip dari The Verge, Jumat (17/11/20230, dengan langkah terbaru ini Spotify dapat menggunakan LLM Google Cloud untuk menganalisis sekitar 5 juta podcast dan 350.000 buku audio di perpustakaan kontennya dengan tujuan mencoba menambah metadata.

Metadata podcast atau buku audio mencakup informasi seperti judul, nama pembawa acara atau penulis, catatan acara, dan detail lainnya. Oleh karena itu, semuanya akan muncul di hasil pencarian aplikasi podcast seperti Apple Podcasts atau Spotify.

Google Cloud milik Alphabet (GOOGL.O), memiliki beberapa LLM seperti PaLM 2, Codey, Imagen dan Chirp yang dilatih tentang teks, kode, gambar, audio dan video.

Google Cloud menjadi satu-satunya penyedia cloud Spotify, dan seperti yang dilaporkan Protocol pada tahun 2021, kedua perusahaan telah bekerja sama dalam lebih banyak layanan.

Dikutip dari Reuters, Kamis (17/11/2023)), Spotify telah menjadi pengguna awal kecerdasan buatan, yang digunakan untuk algoritma rekomendasi musik satu dekade sebelumnya. Perusahaan asal Swedia ini sekarang bertujuan untuk menggunakan LLMs untuk mereplikasi hal tersebut pada konten non-musiknya, seperti podcast dan audiobook.

Raksasa streaming musik ini telah berusaha meningkatkan pendapatan dengan memperluas berbagai format penghasil pendapatan seperti podcast dan audiobook.

"Evolusi teknologi kami selaras dengan komitmen Google Cloud untuk membangun platform terbaik untuk produk kami berjalan dan mendorong inovasi lebih lanjut dengan kemampuan generative AI yang muncul," kata Chief Product and Technology Officer Spotify Gustav Söderström, dikutip dari Reuters, Kamis (17/11/2023). 

Dengan perluasan kemitraan Google, Spotify juga menjajaki penggunaan LLM untuk memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih aman dan mengidentifikasi konten yang berpotensi membahayakan.

Hal ini tampaknya menjadi tujuan lain dari eksperimen Google Cloud AI Spotify, meskipun perusahaan tidak menjelaskan secara spesifik apa saja yang diperlukan. 

Aturan platform untuk podcaster dan musisi melarang beberapa jenis konten sensitif dan berbahaya. Saat ini platform tersebut menggunakan gabungan teknologi otomatis dan peninjau manusia untuk menegakkan aturan ini. 

Fitur AI Google Cloud juga akan digunakan untuk meningkatkan rekomendasi Spotify yang dipersonalisasi untuk podcast dan buku audio. LLM akan digunakan untuk lebih memahami pola dibalik konten lisan favorit pengguna, yang mungkin akan menghasilkan rekomendasi yang lebih disesuaikan. (Afaani Fajrianti)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper