Bumi Makin Panas dan Sudah Tidak Layak Dihuni, Ini Kata Peneliti

Redaksi
Jumat, 20 Oktober 2023 | 10:36 WIB
Ilustrasi penampakan Bumi di malam hari dari langit/freepik
Ilustrasi penampakan Bumi di malam hari dari langit/freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Penelitian dari Jurnal Science Advances yang terbit pada September 2023, oleh 29 ilmuwan dari 8 negara telah menemukan bahwa Bumi sudah tidak aman lagi untuk ditinggali oleh manusia. 

Ada sembilan variabel yang menentukan kesehatan Bumi, termasuk perubahan iklim, keanekaragaman hayati, penggunaan air tawar, tanah, polusi, nutrisi, dan bahan kimia baru, yang kesemuanya saat ini berada dalam kondisi yang tidak stabil di Bumi. 

Selain itu, polusi laut dan udara berada pada tingkat yang buruk. Namun demikian, keasaman laut, kualitas udara, dan lapisan ozon masih dalam batas aman. 

Perubahan Iklim

Pendorong terpenting dari dampak antropogenik terhadap cadangan energi bumi adalah emisi gas rumah kaca dan aerosol, serta perubahan albedo permukaan. Variabel kontrol dalam kerangka kerja ini adalah rata-rata tahunan konsentrasi CO2 di atmosfer dan perubahan dalam gaya radiatif. 

Entitas baru

Entitas baru ini mencakup bahan kimia dan zat sintetis (misalnya, mikroplastik, pengganggu endokrin, dan polutan organik), bahan radioaktif yang dimobilisasi secara antropogenik, termasuk limbah nuklir dan senjata nuklir, dan modifikasi evolusi oleh manusia. 

Entitas-entitas baru tersebut berfungsi sebagai penanda geologis Antroposen. Namun, dampaknya terhadap sistem Bumi secara keseluruhan masih belum banyak dipelajari. Kerangka kerja batas-batas planet hanya berkaitan dengan stabilitas dan ketahanan sistem Bumi, yaitu, bukan kesehatan manusia atau ekosistem. 

Oleh karena itu, masih menjadi tantangan ilmiah untuk menilai seberapa besar beban entitas baru yang dapat ditoleransi oleh sistem Bumi sebelum bergeser secara permanen ke kondisi yang berpotensi tidak dapat dihuni.

Penipisan ozon di lapisan stratosfer

Penipisan ozon stratosfer adalah kasus khusus yang terkait dengan pelepasan entitas baru antropogenik di mana senyawa halokarbon gas dari industri dan aktivitas manusia lainnya yang dilepaskan ke atmosfer menyebabkan penipisan lapisan ozon bumi yang berlangsung dalam jangka panjang. 

Pengasaman laut

Variabel kontrol yang digunakan adalah konsentrasi ion karbonat di permukaan air laut. Pengasaman laut antropogenik saat ini berada pada batas yang aman, dan kemungkinan semakin memburuk karena emisi CO2 antropogenik terus meningkat.

Perubahan sistem lahan

Batasan ini berfokus pada tiga bioma hutan utama yang secara global memainkan peran terbesar dalam mendorong proses biogeofisik, yaitu tropis, sedang, dan boreal. Variabel kontrolnya tetap sama, yaitu tutupan hutan yang tersisa dibandingkan dengan luas hutan potensial pada masa Holosen. 

Posisi batas tetap pada 85%/50%/85% untuk hutan boreal/temperatur/tropis. Berdasarkan peta klasifikasi tutupan lahan tahun 2019 yang berasal dari pengamatan satelit, kondisi bioma regional saat ini serupa dengan kondisi pada tahun 2015, meskipun untuk sebagian besar wilayah, jumlah deforestasi telah meningkat sejak tahun 2015.

Konversi penggunaan lahan dan kebakaran menyebabkan perubahan yang cepat pada kawasan hutan, dan deforestasi hutan tropis Amazon telah meningkat sehingga kini telah melampaui batas planet. 

Perubahan metodologi dan teknologi yang digunakan untuk mengestimasi tutupan hutan sejak tahun 2015 mungkin mempengaruhi perbedaan tingkat bioma yang dilaporkan di sini dibandingkan dengan pemutakhiran terakhir. Namun demikian, tidak diragukan lagi bahwa kawasan hutan global terus berkurang.

Bagaimana cara mengatasinya?

Ketika para peneliti menggunakan simulasi komputer, mereka menemukan bahwa memburuknya satu faktor akan memperburuk faktor lainnya dan sebaliknya. Oleh karena itu, jika Bumi dapat mengelola faktor-faktor tersebut dengan baik, maka Bumi relatif aman untuk ditinggali. 

Namun, kenyataannya tidak semudah itu. Simulasi tersebut juga menyimpulkan bahwa jika satu faktor membaik, maka faktor lainnya juga akan membaik. Jadi, salah satu hal yang dapat dilakukan manusia adalah memerangi perubahan iklim dengan membersihkan lahan dan menyelamatkan hutan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper