Investasi TikTok Rp148 Triliun Berisiko Gagal Akibat Larangan Social Commerce

Leo Dwi Jatmiko
Selasa, 26 September 2023 | 11:08 WIB
Logo aplikasi media sosial TikTok yang dikelola oleh ByteDance./Bloomberg-Brent Lewin
Logo aplikasi media sosial TikTok yang dikelola oleh ByteDance./Bloomberg-Brent Lewin
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat digital memperkirakan rencana TikTok untuk berinvestasi sebesar Rp148 triliun di Indonesia akan batal seiring dengan langkah pemerintah yang ingin memisahkan sosial media dengan e-commerce, yang merupakan keunggulan utama dari TikTok. 

Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (Idiec) M. Tesar Sandikapura memperkirakan kewajiban pemisahan media sosial dan e-commerce akan berdampak pada rencana investasi TikTok di Tanah Air. 

TikTok dengan social commerce, membaca adanya peluang untuk membantu UMKM dalam meningkatkan penjualan mereka melalui platform social commerce.

Tesar juga berpendapat bahwa gagalnya investasi TikTok ke Indonesia justru akan merugikan UMKM.

Berbeda dengan aplikasi Gojek, Tokopedia dan lain sebagainya, kata Tesar, TikTok memberi subsidi kepada UMKM saat promo diberikan. Alhasil, investasi besar Rp148 triliun yang digelontorkan TikTok, nantinya akan kembali ke UMKM. 

“Kalau misalnya dianggap oleh pemerintah itu melanggar regulasi, maka bisnis TikTok bisa dianggap gagal. Jadi tidak menarik [investasi], cuma iklan promosi saja. E-commerce juga jadi tidak menarik,” kata Tesar, Selasa (26/9/2023). 

Tesar juga berpendapat bahwa pelarangan TikTok Shop akan mempersempit kanal UMKM untuk menjangkau pelanggan. Jangkauan live UMKM di TikTok Shop akan lebih tinggi dibandingkan dengan jangkauan live mereka di platform Tokopedia dan Shopee. 

Hal tersebut disebabkan basis pelanggan TikTok lebih besar dan lebih mengikat dibandingkan dengan basis pelanggan e-commerce seperti Tokopedia, Shopee dan lain sebagainya. 

“Jadi kalau misalnya UMKM terancam agak aneh juga,” kata Tesar. 

Tesar mengatakan meski demikian, TikTok memang harus diatur. Dia setuju dengan peraturan pemerintah yang melarang TikTok bermain sebagai produsen. Hal ini tentu akan membunuh UMKM. 

Sebelumnya, CEO TikTok Shou Zi Chew bertemu dengan Menteri Perdagangan Indonesia Zulkifli Hasan pada Juni 2023. Dalam pertemuan tersebut ada rumor bahwa TikTok akan melakukan investasi senilai US$10 Miliar atau Rp148 triliun di indonesia. 

Shou tidak menyanggah atau pun membenarkan akan adanya investasi ini. Dia ingin menjaga pertemuan pribadi tetap pribadi. 

Dia mengatakan TikTok memiliki komitmen yang kuat di Asia Tenggara termasuk Indonesia dan akan menginvestasikan miliaran dolar selama tiga hingga lima tahun ke depan.

"Kami telah berkembang dari hampir 100 orang di wilayah ini, karyawan, menjadi, ketika saya mengatakan wilayah, yang saya maksudkan adalah Asia Tenggara, menjadi hampir 8.000 karyawan saat ini. Dan kami memiliki hampir 2.000 karyawan yang bekerja di TikTok di Indonesia," ujarnya. 

Namun dalam perkembangan terbaru, Pemerintah Indonesia bakal melarang TikTok Shop, atau penggabungan media sosial dan e-commerce. Masing-masing harus berjalan sesuai dengan bisnisnya. 

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper