Menilik Pasar Internet Indonesia Bagian Timur, Wilayah Ekspansi Starlink Elon Musk

Leo Dwi Jatmiko
Rabu, 30 Agustus 2023 | 11:10 WIB
Foto udara salah satu Base Transceiver Station (BTS) PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) di kawasan Sobo, Ngada, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/11/2022). Site Management NTT Regional Bali Nusa PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Foto udara salah satu Base Transceiver Station (BTS) PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) di kawasan Sobo, Ngada, Nusa Tenggara Timur, Selasa (1/11/2022). Site Management NTT Regional Bali Nusa PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia bagian timur menjadi pembicaraan setelah Elon Musk tertarik menghadirkan layanan internet cepat berbasis satelit orbit bumi rendah (LEO) Starlink ke daerah tersebut. Taipan asal Amerika Serikat itu ingin Starlink miliknya beroperasi di daerah terpencil di Indonesia.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Pandjaitan mengatakan hal tersebut disampaikan Elon saat dirinya dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi berkunjung ke Amerika Serikat. “Oleh karena itu, kita sepakat juga dengan Elon untuk Starlink masuk ke Indonesia bagian timur,” ujar Luhut dalam akun Instagram-nya.

Lantas seperti apa kondisi internet di Indonesia bagian timur? 

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengenai penetrasi internet Indonesia 2023 mengungkapkan bahwa penetrasi dan kontribusi internet di bagian Timur Indonesia masih rendah, khususnya Papua. 

APJII melaporkan bahwa kontribusi internet Indonesia bagian timur rendah sebesar 2,72 persen. Jika dibandingkan dengan Indonesia bagian barat yang sebesar 83,76 persen dan bagian tengah yang sebesar 13,5 persen, kontribusi internet dari Indonesia bagian timur masih sangat kecil. 

Lebih rinci, wilayah Nusa Tenggara hanya berkontribusi sebesar 3,65 persen terhadap total trafik data internet di Indonesia, Maluku sebesar 1,09 persen, dan Papua 1,65 persen. Adapun penetrasi internet di masing-masing wilayah tercata sebesar 72,32 persen, 73,45 persen, dan 63,15 persen. 

Kontribusi internet terbesar di Indonesia masih dipegang oleh Pulau Jawa dengan 58,51 persen, Sumatra sebesar 20,36 persen dan Sulawesi 6,92 persen. Penetrasi internet di masing-masing wilayah tersebut adalah 81,83 persen, 73,50 persen dan 73,59 persen. 

Dari sisi infrastruktur, pemerintah dan perusahaan telekomunikasi milik negara telah berusaha menghadirkan infrastruktur digital di Indonesia Timur. 

Pemerintah melalui Bakti memiliki Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Palapa Ring Timur. Pada Desember 2022, utilisasi Palapa Ring Timur terus tumbuh bahkan melampaui target. Utilisasi Paring Timur untuk serat optik mencapai 284 Gbps dan micro wave 4.700 Mbps. Adapun targetnya 280 Gbps. 

Bakti juga menghadirkan base transceiver station (BTS) 4G bekerja sama dengan operator seluler di Tanah Air. 

Sementara itu, perusahaan menara telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (Mitratel) memiliki 2.410 menara di Bali dan Nusa Tenggara dengan ratio sewa baru 1,3 kali. 

Adapun untuk wilayah timur lain seperti Sulawesi 3.160 menara dengan rasio sewa 1,44 kali. Terakhir adalah Maluku dan Papua yang memiliki jumlah menara sebanyak 1.582 unit dengan rasio sewa 1,04 kali. 

Operator seluler seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata dan Smartfren saat ini juga telah memiliki layanan di Indonesia bagian timur seperti di Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper