Jumlah eSIM Diramal Tembus Miliaran, Telkomsel Terganjal Regulasi

Leo Dwi Jatmiko
Selasa, 22 Agustus 2023 | 12:24 WIB
Logo Telkomsel./Istimewa
Logo Telkomsel./Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) terganjal regulasi dalam implementasi eSIM. Perusahaan masih menunggu regulasi mengenai eSIM hadir, sebelum akhirnya memperkenal SIM tertanam di perangkat itu ke publik.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono mengatakan perusahaan saat ini masih menunggu regulasi mengenai eSIM, yang mengatur penggunaan eSIM di dalam negeri. 

Sambil menunggu regulasi tersebut hadir, Telkomsel membangun platform eSIM dengan harapan eSIM hadir bertepatan dengan regulasinya. 

“[eSIM Telkomsel] Ini juga tergantung kapan regulasi eSIM disahkan oleh Kominfo," kata Saki, Senin (21/8/2023).  

Sementara itu, dalam perkembangannya eSIM diramal tumbuh signifikan ke depan.  Kaleido Intelligence memperkirakan jumlah embbeded SIM atau sim tertanam di ponsel akan menyentuh 1,4 miliar pengiriman pada 2028. Sejalan dengan itu, masa depan SIM fisik akan terkikis. 

Kaleido Intelligence juga memperkirakan Tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) eSIM meningkat 21 persen hingga 2028, dengan pertumbuhan rata-rata eSIM di smartphone mencapai 77 persen antara tahun 2023 dan 2028.

Kaleido mengungkapkan disrupsi pasar akan datang dalam bentuk ‘travel eSIM’ serta peningkatan kemampuan untuk mentransfer eSIM dari satu perangkat ke perangkat lainnya, yang memaksa pasar untuk mengambil bentuk baru.

Namun, transformasi paling besar diperkirakan akan terjadi di bidang IoT. Spesifikasi IoT untuk eSIM akan mengalami komersialisasi sebagai solusi yang telah memenuhi persyaratan’ pada 2024, dan akan menurunkan beban teknis dan investasi dalam menyiapkan sistem IoT.

“Meskipun banyak operator seluler mungkin tidak memiliki strategi konkret untuk konektivitas IoT di ritel, dukungan untuk eSIM melalui spesifikasi baru akan menawarkan peluang yang cukup besar di tingkat grosir,” Kepala Strategi & Wawasan Kaleido Nitin Bhas, dikutip Selasa (22/8/2023). 

Bhas memperkirakan dengan lebih dari setengah eSIM IoT aktif menggunakan spesifikasi baru pada 2028, permintaan untuk profil konektivitas akan lebih besar dari sebelumnya.

Kaleido Intelligence memperkirakan pengeluaran ritel perjalanan eSIM akan meningkat 500 persen antara tahun 2023 dan 2028, karena wisatawan berencana menggunakan eSIM yang lebih murah di luar pasar inti. 

Pasar eSIM perjalanan global akan bernilai hampir US$10 miliar pada 2028, yang mencakup lebih dari 80 persen total pengeluaran SIM perjalanan pada saat itu. 

Kemudian, pasar eSIM untuk perjalanan diperkirakan mencapai US$30 miliar. 

Pengeluaran ritel untuk layanan konektivitas perjalanan, termasuk paket roaming dan SIM perjalanan, akan bernilai lebih dari US$30 miliar pada tahun 2028.

Sementara itu di Indonesia, PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) menjadi operator yang lebih dahulu mengadopsi eSIM.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper