Penonton Siaran Digital Naik, Pendapatan Iklan Induk Indosiar-SCTV (SCMA) Terdongkrak

Leo Dwi Jatmiko
Selasa, 25 Juli 2023 | 17:18 WIB
Gedung SCTV, kantor pusat PT Surya Citra Media Tbk./sctv
Gedung SCTV, kantor pusat PT Surya Citra Media Tbk./sctv
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA  - PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) mengeklaim mengalami sedikit kenaikkan pendapatan dari iklan sejalan dengan tumbuhnya jumlah penonton siaran digital.

Namun peningkatan pendapatan yang dibukukan belum sesuai harapan induk dari Indosiar dan SCTV itu. 

VP Corporate Secreatry Surya Citra Media Gilang Iskandar mengatakan pengalihan siaran analog ke digital turut berdampak pada masuknya iklan baru ke perusahaan. Meski demkian, jumlah iklan yang masuk diakui belum sesuai dengan harapan. 

“Sejalan dengan meningkatnya tingkat kepemirsaan siaran tv digital, ada sedikit peningkatan pendapatan dari belanja iklan walau belum mencapai kondisi seperti yang diharapkan,” kata Gilang kepada Bisnis, dikutip Selasa (25/7/2023). 

SCMA belum merilis laporan keuangan kuartal II/2023. Namun jika merujuk pada kuartal I/2023, bisnis SCMA sedikit bergejolak. CMA yang tergabung dalam Grup Emtek mencatat penurunan laba bersih akibat tingginya beban siaran untuk platform Vidio, dan program Free To Air (FTA). 

Beban program dan siaran untuk platform Vidio digunakan untuk memperkuat layanan pada konten seperti sports premium, sampai Liga Inggris. Sementara untuk program FTA, terjadi peningkatan beban untuk penambahan jumlah episode baru FTV, dan sinetron demi mempertahankan posisi SCTV dan Indosiar sebagai salah satu dari 3 stasiun TV terbesar di Indonesia.

Merujuk pada laporan keuangan per 31 Maret 2023, SCMA mencatatkan pendapatan sebesar Rp1,52 triliun atau sedikit terkoreksi sebesar 0,35 persen dari Rp1,53 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau secara year-on-year (YoY). 

Pendapatan iklan sebesar Rp1,59 triliun atau turun 1,52 persen, dan pendapatan lain-lain sebesar Rp228,34 miliar atau naik 6,06 persen. 

Gilang mengatakan sesuai data Nielsen, per 1 Juli 2023 secara nasional di kelompok pemirsa kalangan atas naik dari 23 persen saat analog menjadi 24 persen saat digital, kelompok menengah turun dari 60 persen saat analog menjadi 59 persen saat digital. 

“Kelompok bawah tetap yaitu 17 persen saat analog dan 17 persen saat digital,” kata Gilang. 

Gilang menambahkan seusai dengan tenggat dari Kemenkominfo perusahaan telah menghentikan siaran analog di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat 1, Jawa Tengah 1, Yogyakarta, Batam, Jawa Timur 1, Kalimantan Selatan 1, Sumatra Selatan 1, Denpasar/Bali, dan Sulawesi Selatan 1.

Adapun daerah yang belum dipadamkan siaran digitalnya adalah wilayah Medan/Sumut 1, Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua. SCMA tinggal menunggu instruksi dari Kemenkominfo. 

“Jadi hanya menunggu jadwal yang sudah ditetapkan,” kata Gilang. 

Diketahui SCMA memiliki jaringan televisi teresterial Indosiar dan SCTV serta platform streaming online Vidio. Adapun Kemenkominfo menargetkan pemadaman siaran analog terjadi pada Agustur 2023, sebagai kado manis ulang tahun Indonesia. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper