Pakai MLS, Google Messages Bisa Kirim Pesan Lintas Platform?

Lydia Tesaloni Mangunsong
Senin, 24 Juli 2023 | 12:17 WIB
Logo Google./Bloomberg-Ore Huiying
Logo Google./Bloomberg-Ore Huiying
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Google mengumumkan penerapan sistem enkripsi end-to-end yang dikenal sebagai Messaging Layer Security (MLS) di aplikasi chatting miliknya, Google Messages.

Berdasarkan pengumuman pada laman resminya pada Rabu (19/7/2023), dengan MLS, platform Google dapat terhubung dan bertukar pesan dengan aplikasi chatting lain yang juga menggunakan MLS.

Chat lintas platform memungkinkan pengguna mengirimkan pesan dari satu platform dan diterima pengguna lain di platform yang berbeda. Misalkan pesan yang dikirim dari WhatsApp mungkin diterima di Telegram.

Di Eropa, chat lintas platform telah menjadi salah satu agenda para regulator. Melansir The Verge, Senin (24/7/2023), mereka ingin perusahaan teknologi menerapkan sistem enkripsi end-to-end yang memungkinkan pengguna mengirim pesan antar platform dengan aman.

Konsep lintas platform ini bukan semata-mata diimpikan jika berkaca pada sistem email yang memungkinkan pengguna saling mengirim pesan dari alamat yang berbeda, baik itu Gmail, Yahoo, ataupun alamat kantor.

Sebelumnya, Google telah mencoba sistem lintas platform ini di layanan Google Talk yang juga dikenal dengan nama Hangouts. Berdasarkan protokol universal Jabber, Google Talk memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan sebagian besar aplikasi chatting populer lainnya yang juga berbasis Jabber seperti MSN, Yahoo! Messenger, dan bahkan obrolan Facebook.

Namun, tidak banyak pengguna yang mengetahui fitur tersebut. Di luar itu, lintas platform dengan basis server publik seperti Jabber dianggap tidak aman.

MLS menjadi solusi dari masalah enkripsi pesan. Sebuah makalah Oxford yang diterbitkan pada tahun 2017 menunjukkan masalah keamanan pada sejumlah aplikasi chatting besar, termasuk WhatsApp, Facebook Messenger, dan Google Allo, yang mana chat grup dapat dengan mudah diinterupsi apabila satu anggota saja disusupi.

Para peneliti kemudian membuat sketsa "Asynchronous Ratcheting Tree" yang membuat pesan grup end-to-end menjadi lebih aman, dan MLS dibangun dengan ide tersebut.

Protokol MLS dikembangkan oleh organisasi standar yang disebut Internet Engineering Task Force (IETF). Organisasi tersebut baru menyetujui publikasi spesifikasi MLS pada bulan Maret lalu setelah menguji versi draft di obrolan Webex dan RingCentral.

Google tengah berupaya untuk menempatkan implementasi MLS open source ke basis kode Android, tetapi belum mengatakan kapan itu akan dilakukan.

Melansir Gizchina, Senin (24/7/2023), Google saat ini menguasai lebih dari tiga per empat pasar ponsel Eropa. Selain Apple yang enggan berhenti menjadi eksklusif, Google memiliki kemampuan meyakinkan perusahaan besar lain untuk menerima standar MLS dan merealisasikan chat lintas platform yang aman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper