ByteDance Rilis TikTok Music, Saingan Baru Spotify

Afiffah Rahmah Nurdifa
Jumat, 7 Juli 2023 | 17:19 WIB
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creators Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019)./Bloomberg-Shiho Fukada
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creators Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019)./Bloomberg-Shiho Fukada
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan teknologi asal China ByteDance Ltd., resmi meliris TikTok Music di Indonesia dan Brazil yang merupakan layanan streaming musik premium. Aplikasi musik terbaru ini menjadi saingan bagi Spotify. 

Melansir Reuters, Jumat (7/7/2023) ByteDance selaku pengembang aplikasi TikTok telah meluncurkan aplikasi tersebut pada 6 Juli 2023 lalu. TikTok Music kini tersedia dan dapat diunduh di Google Play Store dan Apps Store. 

Inisiatif ini merupakan upaya baru ByteDance, karena perusahaan itu mengatakan akan segera menghentikan layanan streaming musik Resso mulai 5 September 2023 di kedua negara tersebut. Adapun, aplikasi Resso akan mempertahankan operasinya hanya di India.

Akhir tahun lalu, ByteDance merencanakan perluasan ke lebih banyak negara dari layanan streaming musiknya. Saat ini, pasar streaming musik masih dipimpin oleh perusahaan seperti Spotify.

Untuk diketahui, ByteDance mematok harga layanan TikTok Music seharga Rp44.900 per bulan untuk paket individu, khusus pengguna iOS seharga Rp49.000 pada paket yang sama. 

Sementara itu, ada Paket Pelajar yang dibanderol seharga Rp24.500 per bulan dan Paket Keluarga (maksimal 6 akun) seharga Rp79.000 per bulan. 

Meski harga langganan terbilang lebih murah daripada Spotify, YouTube Music, Apple Music, dan TikTok Music, namun aplikasi musik dari ByteDance ini sama sekali tidak dapat dinikmati secara gratis. 

ByteDance memanfaatkan kekuatan TikTok untuk memasarkan aplikasi streaming musik terbarunya. Layanan ini nantinya akan terintegrasi dengan TikTok sehingga pengguna dapat menikmati lagu-lagu trending di TikTok dan membagikannya dengan mudah.

Pada saat TikTok merambah ke layanan streaming musik, pesaing utamanya, Spotify justru berencana untuk menambahkan fitur baru berupa video musik ke dalam aplikasinya.

Langkah Spotify itu tak lain untuk bersaing dengan platform penyedia konten audio visual seperti TikTok dan YouTube.

Selain itu, rencana Spotify tersebut sekaligus menyasar pengguna generasi z yang lebih aktif pada platform-platform konten audio visual.

Spotify telah memungkinkan para artis untuk mengunggah konten berformat GIF yang dapat diputar secara otomatis ketika sebuah lagu diputar. Namun, dengan menambahkan video musik berdurasi penuh, Spotify berharap dapat menyajikan pengalaman yang lebih komprehensif bagi para pengguna dan menarik perhatian lebih banyak pengguna muda yang menikmati konten video.

Spotify telah memulai pembicaraan dengan para mitra tentang rencana ini, dan melihat adanya potensi besar untuk menghadirkan lebih dari 100.000 podcast dengan video.

Namun, perusahaan tersebut belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut saat ditanya oleh Reuters. Langkah tersebut menunjukkan upaya Spotify untuk terus mengembangkan dan merevolusi platformnya, mengingat persaingan yang semakin ketat di industri streaming musik dan video.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper