Bangkrut, Startup Cloud Kitchen Indonesia DishServe Tutup

Khadijah Shahnaz Fitra
Selasa, 2 Mei 2023 | 22:55 WIB
Ilustrasi cloud kitchen/Freepik
Ilustrasi cloud kitchen/Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - DishServe, startup cloud kitchen di Indonesia, mengumumkan akan menutup layanannya. Penutupan ini pun disebabkan pendanaan yang kurang serta model bisnis yang tidak sesuai. 

CEO dan Founder DishServe Rishabh Singhi mengatakan, alasan penutupan ini dikarenakan beberapa hal mulai dari usaha hingga musim dingin atau tech winter pendanaaan yang saat ini terjadi di startup. 

"Sebuah perjalanan yang luar biasa berakhir. Dengan sangat sedih saya ingin mengumumkan bahwa kami telah menutup DishServe," ujarnya di Linkedin, dikutip pada Selasa (2/5/2023).

Dia pun menyebutkan ada tiga hal yang seharusnya dilakukan lebih baik oleh DishServe. Pertama, pihaknya hanya fokus pada pertumbuhan dengan margin yang rendah sehingga pihaknya menghabiskan sebagian besar waktunya fokus pada pertumbuhan dan ketika meningkatkan margin, dana (runway) sudah hampir habis.

Kedua, dia menilai DishServe memiliki narasi F&B yang membosankan yang tidak begitu seksi untuk dunia modal ventura sekarang. 

"Kami tidak dapat meyakinkan cukup banyak orang bahwa bisnis kami dapat berkembang menjadi bisnis dengan senilai US$100 juta dalam 5-6 tahun ke depan," jelasnya.

Ketiga, DishServe mencoba menyelesaikan terlalu banyak masalah, mulai dari penciptaan merek hingga rantai pasokan dan distribusi hingga produksi makanan. 

"Kami seharusnya bisa fokus pada salah satu masalah tersebut dan mulai memonetisasinya lebih awal," ungkapnya

Meskipun begitu, ada beberapa hal yang dibanggakan oleh DishServe mulai dari memiliki pabrik produksi makanan yang sepenuhnya otomatis dengan pengalaman manufaktur yang minim dan dapat berproduksi penuh dalam waktu 3 bulan. 

DishServe juga mempunyai jaringan 200+ mitra dapur, sepenuhnya tanpa aset, murni dengan model kemitraan. Rishabh menilai hal ini merupakan cara termurah untuk mengoperasikan dapur.

"Meluncurkan dan mengembangkan beberapa merek makanan sehat dengan harga yang terjangkau, mudah diakses, dan rasa yang lezat bagi pelanggan kami di 10 kota di Indonesia serta melayani lebih dari 100.000 pelanggan," tuturnya

Adapun, startup cloud kichen ini terakhir kali mengumumkan perolehan pendanaan Pra-seri A dengan nominal yang tak diungkapkan pada November 2021. Pendanaan pun dari Insignia Ventures Partners, Genting Group, dan lainnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper