Dulu Mendukung Akuisisi Twitter, Kini Jack Dorsey Kritik Musk

Newswire
Minggu, 30 April 2023 | 01:03 WIB
Ilustrasi logo Twitter dan foto Elon Musk./Reuters-Dado Ruvic
Ilustrasi logo Twitter dan foto Elon Musk./Reuters-Dado Ruvic
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Jack Dorsey, salah satu pendiri Twitter, yang dulunya mendukung Elon Musk dalam akuisisi Twitter senilai $44 miliar, kini memberikan kritikan tajam terhadap sang pemilik baru dan cara penanganan kesepakatan tersebut.

Dorsey mengatakan bahwa Musk tidak terbukti sebagai pengelola terbaik untuk platform Twitter dan bahwa ia tidak berperilaku dengan benar setelah menyadari saat yang tepat untuk melakukan transaksi itu buruk. Dorsey juga merasa bahwa dewan direksi tidak seharusnya memaksa untuk menjual Twitter.

Setelah tawaran pembelian Twitter oleh Musk pada tahun lalu, saham perusahaan turun dan Musk mencoba untuk mundur dari kesepakatan tersebut. Hal ini memicu pertempuran hukum antara perusahaan dan miliarder tersebut, sebelum akhirnya akuisisi dilakukan dengan harga penawaran aslinya.

Dorsey menulis di Bluesky, medsos alternatif Twitter yang hanya dapat diakses melalui undangan, bahwa semuanya menjadi buruk. Twitter sendiri tidak memberikan tanggapan khusus atas permintaan komentar tersebut.

Dorsey sebelumnya ramah dengan Musk selama bertahun-tahun dan bahkan menyarankan agar Musk terlibat dalam Twitter. Namun pada hari Jumat, Dorsey mengungkapkan bahwa Twitter tidak akan pernah bertahan sebagai perusahaan publik jika tidak diakuisisi, dan bahwa pemiliknya nantinya akan menjadi hedge fund dan aktivis Wall Street.

Di bawah kepemimpinan Musk, Twitter melakukan pemutusan hubungan kerja dengan mayoritas stafnya dan mengalami berbagai krisis publik, termasuk tentang rencananya untuk memverifikasi pengguna. Musk juga telah memperkenalkan layanan berlangganan Twitter, di mana pengguna dapat memperoleh tanda centang biru dengan membayar $8 per bulan.

Dalam komentar di Bluesky, Dorsey menyatakan bahwa sistem pembayaran sebagai bukti manusia adalah jebakan dan ia tidak sepakat dengan itu sama sekali. Dorsey merasa bahwa sistem pembayaran tersebut mengesampingkan jutaan, bahkan miliaran orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Newswire
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper