Viral Cuitan PHK Sepihak Pegawai Mitracomm Project Traveloka, Netizen Soroti Ini

Restu Wahyuning Asih
Kamis, 9 Februari 2023 | 12:05 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor Traveloka, di Jakarta./REUTERS-Beawiharta
Karyawan beraktivitas di kantor Traveloka, di Jakarta./REUTERS-Beawiharta
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Sejumlah pegawai berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) yang bekerja di bawah PT Mitracomm Ekasarana untuk proyek Traveloka mengaku hendak di-PHK secara massal.

Hal ini diungkap oleh akun Twitter Serikat Merdeka Sejahtera pada Rabu (8/2/2023), yang mengunggah rilis kronologi PHK sepihak yang diterima oleh para pekerja.

Akun @SemestaBuruh mengatakan bahwa pihak Mitracomm memanggil sejumlah pekerja di bawah project Traveloka pada 16 Januari 2023. Pekerja tersebut akan diberhentikan dari kerjanya karena alasan efisiensi perusahaan dan sudah tidak aktif menjadi pegawai per 31 Januari 2023.

"Saat pengumuman PHK, para pekerja tidak diberikan kejelasan mengenai kompensasi PHK yang seharusnya mereka terima seperti sisa kontrak," tulis akun tersebut.

Kemudian pada 24 Januari 2023, 12 anggota serikat pekerja Mitra Sarana melakukan perundingan Bipartit bersama dengan perusahaan.

"Perundingan bipartit I terjadi pada 24 Januari 2023. Perusahaan hanya hadir untuk mengatakan bahwa mereka tidak siap untuk berunding. Pihak pekerja menerima hal tersebut dan melanjutkan ke perundingan bipartit II pada 25 Januari," lanjutnya.

Kemudian pada perundingan selanjutnya, perusahaan berakhir memberikan keputusan pembatalan PHK yang menyalahi keputusan Bipartit I. Sehingga dari sini, perusahaan menolak memberikan Uang Kompensasi (UK), sisa kontrak, dan Uang Penggantian Hak (UPH) bagi pekerja yang berhak.

Para pekerja yang merasa dipermainkan oleh perusahaan pun kecewa dan menolak keputusan pembatalan kerja atau tawaran bekerja kembali dari perusahaan.

"7 Februari 2023: Agenda Klarifikasi di Disnaker Kota Semarang. Pihak pekerja menolak "pembatalan" atau tawaran perusahaan untuk bekerja kembali. Karena dampak PHK yang diumumkan pada tanggal 16 sudah dirasakan oleh pekerja baik secara material, sosial, maupun secara psikologis,"

Pihak pekerja kemudian tetap menuntut perusahaan untuk melanjutkan PHK yang sudah diumumkan sebelumnya, dengan ketentuan menunaikan semua tanggung jawab perusahaan terhadap pekerja yang di-PHK.

Salah satu perwakilan Serikat Pekerja Mitra Sarana (SEMIRAN) mengatakan bahwa nasib mereka dipermainkan oleh perusahaan dalam rentang waktu satu bulan tersebut.

"Kami kecewa bukan hanya karena awalnya di-PHK, tapi juga karena kami merasa nasib kami dipermainkan secara sepihak oleh perusahaan. Semoga perusahaan tidak lagi melakukan PHK sepihak lagi, menghargai pekerja, & memberikan hak kami semua yang sudah di-PHK," kata perwakilan SEMIRAN, dikutip dari akun Twitter @SemestaBuruh.

Thread mengenai PHK sepihak yang dilakukan oleh perusahaan outsourcing ini pun langsung viral hingga mendapat berbagai tanggapan dari warganet.

Salah satu akun mengutarakan kecurigaan terhadap keputusan perusahaan yang akhirnya membatalkan PHK setelah dilakukan Bipartit.

Netizen kemudian menyoroti apakah Traveloka akan mengganti mitra setelah masalah ini mencuat ke publik.

Di lain sisi, netizen memberikan semangat kepada para pekerja yang menjadi korban PHK perusahaan di waktu menjelang lebaran untuk menghindari membayar THR.

"Langkah bagus yg mestinya ditiru banyak pekerja startup, terutama di ibukota. Semoga dilancarkan untuk kawan-kawan yg sedang berproses untuk menuntut haknya," komen salah satu netizen.

"PHK emang part of employee life cycle. Karena PHK adalah last resort, penting banget untuk dikonsultasikan dan juga d treat dg hati hati. Jangan sampe kejadian gini, PHK dulu batalkan kemudian.Hire legal/IR, kalau udh ada ya manfaatkan," komentar netizen lain.

Hingga berita ini diturunkan, Bisnis.com mencoba meminta pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper