Investasi DCI (DCII) di Pusat Data Bisa Tembus Rp4.556 Triliun

Khadijah Shahnaz Fitra
Selasa, 17 Januari 2023 | 20:26 WIB
Ilustrasi Data Center - Dok. Telkom.
Ilustrasi Data Center - Dok. Telkom.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT DCI Indonesia Tbk (DCII) Tbk., diperkirakan menggelontorkan investasi pusat data di Bintan senilai US$300 miliar atau setara dengan Rp4.556 triliun.

Deputy President Director DCI Indonesia Marco Cioffi mengatakan pembangunan pusat data di Bintan, Kepulauan Riau akan memiliki kapasitas mencapai 2.000 sampai 3.000 Megawatt, saat ini harga mega watt di kisaran harga US$10 juta atau Rp151 miliar.

"Untuk satu pusat data kami [DCIII] diharapkan akan berkapasitas sekitar 15 sampai 20 megawatt," ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (17/1/2022).

Alhasil, nilai investasi di Bintan akan mencapai US$300 miliar atau setara dengan Rp4.556 triliun.

Marco juga menjelaskan alasan memilih membangun pusat data di Bintan, dikarenakan wilayah tersebut berdekatan dengan negara Singapura, yang merupakan pusat data di Asia Tenggara. Selain itu, diharapkan dengan berdekatannya dengan wilayah Singapura akan menarik banyak konsumen internasional.

Adapun, saat ini DCII juga menargetkan pembangunan kampus pusat data di Cibitung, Bekasi mencapai 15 pusat data dengan kapasitas mencapai 300 mega watt. Marco menambahkan nantinya satu pusat data di Cibitung akan memiliki kapasitas mencapai 15-20 megawatt.

Ketika ditanya terkait dana ataupun investor untuk mendanai pembangunan kampus pusat data tersebut, Marco enggan memberikan tanggapan. Namun pihaknya mengatakan saat ini sudah ada beberapa investor yang tertarik menjalin kerjasama.

Saat ini pun DCII memiliki empat pusat data yang beroperasi di Cibitung, yaitu pusat data JK1 dengan kapasitas 3 megawatt, JK2 7 megawatt, JK3 12 megawatt, dan JK5 15 megawatt.

Berdasarkan laporan Baxtel dan Cushman & Wakefield, kapasitas pusat data terbesar di Indonesia saat ini dimiliki dimiliki DCII sebesar 37 megawatt.

Biznet berada di posisi kedua dengan kapasitas pusat data sebanyak 20 megawatt. Lalu, Princeton Digital asal Singapura memiliki kapasitas pusat data sebesar 17 megawatt di dalam negeri.

PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang merupakan bagian dari Lippo Group memiliki pusat data berkapasitas 5 megawatt Sedangkan, Space DC dari Singapura punya pusat data berkapasitas 2 megawatt.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper